ANALIS MARKET (19/4/2018) : IHSG Bergerak Cenderung Positif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan positif pagi ini.

Harga komoditas mengalami kenaikan atas potensi sanksi perdagangan yang akan diterapkan Amerika terhadap Rusia. Harga minyak mentah naik 2.9%, Nickel naik 8.3% dan Timah naik 2.5% berpotensi mendorong kenaikan saham sektor komoditas.

Sebelumnya, Dow Jones turun 0.2% pada level 24,748 semalam (18/4), seiring penurunan saham IBM.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali naik kemarin (18/4) mendekati level tertinggi sebelumnya pada level 6,360, kendati dibayangi pelemahan di pasar obligasi.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung positif hari ini, seiring aksi spekulasi pasar menjelang rilis kinerja keuangan 1Q 2018,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Kamis (19/4/2018).

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

IPO - PT Medikaloka Hermina 
PT Medikaloka Hermina, pengelola jaringan rumah sakit Hermina akan menjual maksimum 351.38 juta lembar saham (11.8% dari modal ditempatkan dan disetor penuh). Harga penawaran IPO berkisar Rp 3,700 hingga Rp 5,000 per saham sehingga perseroan akan meraih dana Rp 1.3 Triliun hingga Rp 1.76 Triliun.

Sekitar 25% dana IPO akan dialokasikan untuk anak usaha dan membuka rumah sakit baru di Palembang dan Samarinda. Perusahaan juga akan menggunakan sekitar 25% dari dana IPO untuk melunasi utang MTN dan utang ke Bank DBS Indonesia.

Lalu sekitar 25% akan digunakan untuk belanja modal pembelian peralatan medis dan sisanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional. Perseroan menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 16 Mei 2018. 

IPO - PT Royal Prima 
PT Royal Prima, perusahaan pegelola rumah sakit Royal Prima di Medan dan Jambi akan menjual maksimum 2 miliar lembar saham (47.71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh) dan perseroan juga menerbitkan 600 juta waran seri I dengan rasio 10:3.

Manajemen belum mengungkapkan harga penawaran IPO namun sebelumnya perseroan menargetkan meraih dana lebih dari Rp 1 Triliun. Sekitar 40% dana IPO akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit di Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta dan daerah lain dan 20% akan digunakan untuk pembelian peralatan medis dan infrastruktur teknologi komuniasi serta 20% untuk pembelian lahan dan sisa 20% mengembangkan kapasitas rumah sakit yang telah ada.

Sedangkan dana pelaksanaan waran akan digunakan sebagai modal kerja. Perseroan menunjuk PT Danatama Makmur Sekuritas sebagai penjamin emisi efek dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 17 Mei 2018. 

INKP- Terbitkan MTN 
PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebesar Rp 1.7 Triliun pada 17 -18 April 2018. Pada tanggal 17 April perseroan menerbitkan MTN dalam dua seri, yakni seri A memiliki tenor dua tahun sebesar Rp 900 Miliar dengan tingkat kupon 10.15% per tahun, dan seri B senilai Rp 200 Miliar dengan tingkat kupon 10.25, dan tenor tiga tahun.

Sehari kemudian, perseroan kembali mendaftarkan informasi penerbitan MTN di KSEI. Perseroan akan menerbitkan MTN VII sebesar Rp 600 Miliar dengan tenor tiga tahun dan kupon sebesar 10.25% per tahun. 

KRAS - Proyeksi kinerja 1Q 2018 
PT Krakatau Steel (KRAS) memperkirakan penjualan 1Q 2018 mencapai 200,000 ton per bulan, naik dari kisaran 150,000 ton per bulan pada 1Q 2017. Manajemen menargetkan volume penjualan mencapai 215,000 ton per bulan. KRAS berhasil mendapat kontrak pasokan hot rolled coil (HRC) sebesar 15,000 ton per bulan dari PT Essar Indonesia serta pasokan 24,000 HRC ton per bulan untuk kebutuhan drum sheet pabrik Bitumen Gresik milik Pertamina. 

PTBA - Kinerja 1Q 2018 
PT Bukit Asam (PTBA) membukukan kenaikan laba bersih 1Q 2018 sebesar 66.6%Yoy menjadi Rp 1.45 Triliun Vs Rp 870.8 Miliar pada 1Q 2017. Naiknya kinerja didukung kenaikan pendapatan sebesar 26.4%Yoy menjadi Rp 5.75 Triliun. PTBA membukukan kenaikan laba operasi sebesar 66.9%Yoy menjadi 2.04 Triliun pada 1Q2018.