ANALIS MARKET (17/4/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Positif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan cenderung positif pagi ini.

Sebelumnya, Dow Jones naik 0.9% pada level 24,573 semalam (16/4), didukung kinerja keuangan perusahaan 1Q 2018 serta meredanya kekuatiran atas Syria.

Adapun secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup positif kemarin (16/4), dengan candlestick membentuk pola bullish harami sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung positif hari ini, didukung spekulasi pasar menjelang rilis kinerja keuangan 1Q 2018,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Selasa (17/4/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

IPO - PT Surya Pertiwi 
PT Surya Pertiwi, perusahaan perdagangan dan agen tunggal sanier dan fitting merek TOTO berencana menggelar IPO dengan menjual maksimum 700 juta lembar saham (25.92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh).

Harga pelaksanaan IPO berada pada kisaran Rp 1,160 hingga Rp 1,520 per saham sehingga perseroan akan meraih dana segar senilai Rp 812 Miliar hingga Rp 1.06 Triliun. Sekitar 50% dana hasil IPO untuk membayar utang, 25% untuk belanja modal anak usaha, PT Surya Pertiwi Nusantara (SPN) dan sementara sisa 25% untuk modal kerja perusahaan.

SPN akan menambah dua lini produksi santer dan fitting untuk pabrik baru di Gresik (Jawa Timur) dengan kapasitas produksi 500,000 unit per tahun untuk setiap lini. Perusahaan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin emisi efek dan ditargetkan listing di BEI pada 14 Mei 2018. 

APLN - Marketing sales 
PT Agung Podomoro Land (APLN) membukukan marketing sales senilai Rp 600 Miliar pada 1Q 2018, naik 100% dari pencapaian Rp 300 Miliar pada 1Q 2017. Manajemen menargetkan pencapaian marketing sales sebesar Rp 4.9 Triliun tahun ini dari realisasi Rp 5.07 Triliun tahun lalu. Kinerja APLN tahun lalu didukung penjualan lahan secara "bulk sales".

Tanpa penjualan "bulk sales" APLN pencapaian marketing sales APLN tahun lalu sebesar Rp 3.6 Triliun. Manajemen memperkirakan kinerja penjualan didukung proyek superblok Podomoro City Deli (Medan), apartemen Orchard View (Batam), dan proyek Taruna City (Karawang, Jawa Barat). 

DILD - Marketing sales 
PT Intiland Development (DILD) membukukan marketing sales 1Q 2018 senilai Rp 966 Miliar atau naik 309.32%Yoy dari pencapaian marketing sales senilai Rp 236 Miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pencapian marketing sales tersebut setara 29.3% dari target sepanjang tahun ini senilai Rp 3.3 Triliun.

Dari lokasi pengembangan, proyek-proyek di wilayah Jakarta dan sekitarnya memberikan kontribusi marketing sales Rp 842 Miliar atau 87% sedangkan pengembangan proyek-proyek di wilayah Surabaya dan sekitarnya berkontribusi terhadap marketing sales senilai Rp 124 Miliar atau 13%. 

PGAS- Belanja modal 
PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengalokasikan belanja modal pada tahun ini sebesar US$ 400 Juta, naik 73.16 jika dibandingkan pada belanja modal tahun lalu sebesar UIS$ 231 Juta. Sebesar 60% dana belanja modal akan dialokasikan untuk mengembankan lini upstream, dan sebesar 40% akan digunakan untuk lini downstream.

Sementara itu, perseroan juga masih menunggu hasil kajian dan transaksi terkait skema integrasi antara perseroan dan Pertamina Gas. Dalam kajian tersebut terbuka bagia PGAS mengambil pinjaman, right issue, atau melakukan pertukan aset.