ANALIS MARKET (21/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Positif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, kendati Dow Jones naik 0.5% pada level 24,727 semalam (20/3), bursa regional diperdagangkan mixed pagi ini, seiring dimulainya rapat FOMC 20-21 Maret.

Pasar memperkirakan Fed Fund Rate naik 25 basis poin dalam rapat tersebut. Adapun kenaikan yield obligasi Amerika serta kebijakan tarif Amerika masih membayangi sentimen pasar ditengah maraknya aksi jual investor asing.

Sementara itu, secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) membentuk pola hammer pada garis diagonal support sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound hari ini.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung positif hari ini,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis rabu (21/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

ADRO - Rencana ekspansi 
PT Adaro Energy (ADRO) tengah mengkaji rencana pembangunan beberapa proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. Masing-masing proyek diperkirakan memiliki kapasitas diatas 600MW. 

BEST - Rencana penambahan lahan 
PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) merencanakan pembelian 50-60 Ha lahan baru di sekitar Bekasi (Jawa Barat). Dana pembelian lahan berasal dari dana belanja modal senilai Rp 600 Miliar hingga Rp 700 Miliar. Belanja modal tahun ini juga untuk membiayai pengembangan infrastruktur dan proyekk di kawasan industri MM2100.

BEST akan mengolah lahan di MM2100 menjadi kawasan industri untuk sektor consumer goods, logistik, otomotif dan lainnya. BEST juga berencana mengelola proyek apartemen Vasanta Innopark di MM2100 yang merupakan kerjasama dengan PT Sirius Surya Sentosa. 

ICBP- Kinerja FY 2017 
PT Indofood CBP Makmur (ICBP) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 5.4% Yoy menjadi Rp 3.8 Triliun Vs Rp 3.6 Triliun pada FY 2016 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 3.6%Yoy menjadi Rp 36.52 Triliun. Laba opersi tercatat naik 7.4%Yoy menjadi Rp 5.22 Triliun pada FY 2017. 

KRAS - Target pendapatan 
PT Krakatau Steel (KRAS) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30%Yoy menjadi US$ 1.87 Miliar dari realisasi US$ 1.44 Miliar tahun lalu didukung proyeksi kenaikan harga baja. KRAS menargetkan dapat membukukan laba bersih senilai US$ 24 Juta tahun ini.