See More

31 Juli 2026, 20:03

31 Juli 2026, 19:24

31 Juli 2026, 19:15

31 Juli 2026, 17:20

31 Juli 2026, 17:17

31 Juli 2026, 14:49
permata bank|BNLI|pt bank permata tbk|Bangkok Bank Group
Oleh: Corri

foto: dok. Permata Bank
Pasardana.id - Di tengah volatilitas pasar keuangan domestik dan tensi geopolitik global yang masih berlanjut, PT Bank Permata Tbk (Permata Bank atau Bank, IDX: BNLI) tetap menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang baik di sepanjang Semester I tahun 2026.
Laba Bersih Bank tumbuh sebesar 4,5% YoY yang didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Operasional sebesar 3,3% YoY.
Permata Bank juga membukukan pertumbuhan kredit sebesar 5,3% YoY dengan kualitas yang terjaga dengan baik.
Pencapaian ini mencerminkan konsistensi Bank dalam menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Dengan mengoptimalisasikan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai controlling shareholder, Permata Bank terus meningkatkan sinerginya dengan menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta dukungan layanan yang terintegrasi.
“Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, kami hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha,” ujar Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).
Selanjutnya diungkapkan, Permata Bank secara konsisten menerapkan strategi optimalisasi neraca untuk menjaga posisi likuiditas yang memadai dan optimal.
Rasio Loan-to-Deposit (LDR) berada pada level yang optimal di 90,3% per akhir Juni 2026, dengan tren yang meningkat dibandingkan akhir Semester I tahun 2025 yang berada di level 85,6%.
Likuiditas Bank juga tetap terjaga, tercermin dari pemenuhan rasio likuiditas sesuai ketentuan Basel III yang konsisten berada jauh di atas batas minimum regulasi sebesar 100%.
Hingga akhir Juni 2026, Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara rata-rata triwulanan tercatat pada level 333,4%, sementara Net Stable Funding Ratio (NSFR) pada level 124,0%.
Fokus Bank tetap diarahkan pada pertumbuhan dana pihak ketiga yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya CASA, melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di seluruh kanal perbankan, serta pendalaman hubungan dengan nasabah di segmen Konsumer, Komersial maupun Korporasi.
Hingga Semester I tahun 2026, rasio kontribusi CASA terjaga pada level 57,9%.
Sementara itu, Sebagai bagian dari lembaga intermediasi keuangan di Indonesia, Permata Bank terus berkomitmen mendukung penyaluran kredit kepada masyarakat dengan terus menjaga kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian serta pemantauan portofolio secara disiplin.
Pendekatan ini memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas Bank dalam industri perbankan yang dinamis.
Pada Semester I tahun 2026, penyaluran kredit tumbuh 5,3% YoY menjadi Rp171,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kredit segmen Korporasi sebesar 9,7% YoY menjadi Rp106,4 triliun, serta segmen Komersial yang tumbuh 5,7% YoY menjadi Rp21,9 triliun.
Dari segmen Konsumer, komitmen Bank untuk mendukung pembiayaan inklusif dan berdampak sosial tercermin melalui penyaluran pembiayaan UKM yang mencapai Rp7 triliun, meningkat 11,8% dibandingkan Semester I tahun 2025.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kualitas aset tetap terjaga baik.
Rasio NPL Gross dan Loan at Risk (LAR) masing-masing berada pada level 2,1% dan 5,9%, relatif stabil dibandingkan Semester I tahun 2025 yang masing-masing tercatat sebesar 2,1% dan 7,0%.
Bank juga mempertahankan NPL Coverage dan rasio LAR Coverage yang prudent, masing-masing di level 367,5% dan 128,8%, sebagai langkah konservatif dalam menjaga kecukupan pencadangan terhadap potensi risiko kredit.
Selain itu, Bank secara konsisten menjalankan langkah-langkah penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset.
Mendukung Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang dengan Struktur Permodalan yang Kuat
Permata Bank mempertahankan struktur permodalan yang kuat hingga Semester I tahun 2026, tercermin dari rasio CAR dan CET-1 yang masing-masing berada pada level 33,0% dan 24,7%.
Pencapaian tersebut menempatkan rasio permodalan Permata Bank sebagai salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia.
Fondasi permodalan yang solid ini memberikan ruang yang kuat bagi Bank untuk terus mengakselerasi strategi pertumbuhan, baik melalui ekspansi bisnis secara organik maupun peluang anorganik, sekaligus memperkuat ketahanan Bank dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang terus berkembang.
Sementara itu, dari segmen syariah, Permata Bank Unit Usaha Syariah mencatatkan kinerja operasional yang positif dengan Laba Operasional sebelum Provisi mencapai Rp396,2 miliar, tumbuh 2,6% YoY.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan Pendapatan Operasional lainnya sebesar 57,5% YoY, seiring konsistensi Bank dalam menjaga efisiensi operasional dan pengendalian biaya.
Melalui semangat “Syariah untuk Semua”, Permata Bank menghadirkan layanan keuangan berbasis prinsip syariah yang inklusif, modern, dan relevan bagi seluruh segmen masyarakat di setiap tahap kehidupan.
Pendekatan ini mempertegas komitmen Bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas intermediasi, perluasan inklusi keuangan, khususnya bagi sektor riil, UKM, dan komersial, serta memperkuat kontribusi industri perbankan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Perkuat Sinergi Bilateral Indonesia–Thailand untuk Menghadapi Dinamika Global
Pada Semester I tahun 2026, Permata Bank bersama Bangkok Bank kembali menyelenggarakan Indonesia Investment & Trade Forum, yang dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand, H.E. Hari Prabowo, serta Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia, H.E. Prapan Disyatat, sebagai wadah yang mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pakar dari Indonesia maupun Thailand untuk membahas berbagai peluang perdagangan dan investasi di Indonesia.
Melalui forum ini, Bangkok Bank dan Permata Bank menegaskan komitmennya sebagai mitra perbankan regional yang mendukung pelaku usaha Thailand dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di Indonesia.