Riset BRIDS Kembali Diakui Dunia, Sabet Best for Research Indonesia 2026
Oleh: Corri

foto: dok. BRIDS
Pasardana.id - Sepanjang 2025 hingga awal 2026, pasar modal Indonesia bergerak di tengah sejumlah dinamika besar, mulai dari siklus pelonggaran suku bunga Bank Indonesia, fluktuasi harga komoditas seperti nikel dan batu bara, hingga migrasi minat investor ke saham-saham mid dan small-cap.
Di tengah dinamika ini, kebutuhan riset pasar modal yang tajam dan tepat waktu menjadi semakin penting bagi investor, baik individu maupun institusi, sebagai pijakan pengambilan keputusan investasi.
PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dinobatkan sebagai pemenang kategori Best for Research (Indonesia) pada pengumuman pemenang Euromoney Awards for Excellence 2026 yang dirilis Euromoney pada Juli 2026: "Winner - Euromoney Awards for Excellence 2026 - Best for Research (Indonesia)."
Pengakuan ini melanjutkan capaian serupa yang diraih BRIDS pada Euromoney Awards for Excellence 2025.
Euromoney Awards for Excellence merupakan salah satu ajang penghargaan tertua dan paling dihormati di industri perbankan dan jasa keuangan global, diselenggarakan sejak lebih dari 30 tahun dan menilai institusi keuangan melalui kerangka benchmarking yang mencakup submission terstruktur dan data kuantitatif dari partisipan di lebih dari 100 negara.
Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria mengungkapkan, bahwa pengakuan tersebut menjadi penyemangat bagi tim riset Perusahaan untuk terus menghadirkan analisis yang independen, relevan, dan dapat langsung digunakan investor sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Kami akan terus memperluas cakupan riset dan mengadopsi teknologi baru agar temuan riset kami dapat diakses lebih cepat dan relevan bagi seluruh nasabah, sekaligus turut mendukung pendalaman pasar modal Indonesia,” ujar Fifi, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Penghargaan ini turut ditopang oleh rekam jejak riset BRIDS sepanjang 2025. Riset tematik makro yang secara konsisten diterbitkan oleh Chief Economist and Macro Strategis BRIDS, Helmy Kristanto tidak hanya memberikan pandangan yang relevan terhadap arah pasar, tetapi juga memperoleh pengakuan dari klien lintas institusi.
Sepanjang tahun tersebut, sejumlah laporan strategi makro BRIDS juga menunjukkan keakuratan dalam mengidentifikasi perubahan arah kebijakan.
Laporan “In Search of Parallels” yang terbit pada 17 Maret 2025 telah mengantisipasi potensi siklus pelonggaran suku bunga Bank Indonesia yang agresif, sebelum BI kemudian memasuki salah satu fase pelonggaran paling agresif pada semester II 2025.
Selanjutnya, laporan “New Paradigm” pada 15 September 2025 memproyeksikan penguatan likuiditas sistem perbankan, tidak lama sebelum pemerintah mengumumkan penempatan dana idle sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.
Kinerja riset yang solid ini turut berkontribusi pada kinerja bisnis BRIDS di segmen penerbitan surat utang.
Volume transaksi penerbitan obligasi tumbuh 49% pada 2025, melanjutkan pertumbuhan 86% pada tahun sebelumnya, sekaligus mempertahankan posisi BRIDS sebagai broker obligasi pemerintah terbesar.
Jumlah klien korporasi turut bertambah 29% pada 2025, setelah tumbuh 44% pada 2024.
Di segmen ekuitas, tim riset yang dipimpin Erindra Krisnawan selaku Head of Equity Research, didukung empat analis dengan pembagian sektor spesifik, mencakup sektor-sektor yang bersama-sama merepresentasikan mayoritas kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan sektor perbankan saja menyumbang 43,2% dari total cakupan riset berdasarkan kapitalisasi pasar.
Selain publikasi rutin berupa gagasan investasi harian, pembaruan sektor dan arus dana mingguan, strategi pasar kuartalan, serta laporan tematik atas berbagai peristiwa spesifik, Chief Economist and Strategist BRIDS juga aktif berkontribusi di luar lingkup pasar modal.
Sepanjang 2025, ia menjalankan peran sebagai committee member Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menjadi pembicara dalam berbagai forum strategis seperti Investor Relations Forum 2025 di Bursa Efek Indonesia, forum tahunan industri semen dan sejumlah perusahaan besar, serta forum group discussion bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kontribusi juga diperluas ke lingkungan akademik melalui keterlibatan dalam seminar dan kegiatan berbagi wawasan di universitas.
Keseluruhan aktivitas tersebut menjangkau investor ritel, korporasi, regulator, akademisi, hingga mahasiswa, sekaligus memperluas peran riset BRIDS sebagai referensi berbasis data dalam memahami setiap momentum pasar.
Di luar publikasi rutin, kebutuhan riset klien institusi yang beragam turut mendorong permintaan kajian bespoke pada sektor-sektor baru seperti pusat data dan energi terbarukan, dua sektor yang belakangan makin diminati investor seiring transisi energi dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Ke depan, sektor-sektor seperti infrastruktur digital dan energi terbarukan diperkirakan menjadi salah satu penggerak baru pasar modal Indonesia, seiring makin banyak lembaga riset memperluas cakupan analisis ke area tersebut untuk membantu investor menangkap peluang lebih awal.





