JLL Asia Pacific|JLL|JLL Indonesia|Biaya penataan ulang kantor|office fit-out|Asia Pacific Office Fit-Out Costs Guide 2026

Biaya Fit-Out Kantor Asia Pasifik Naik, Jakarta Masih Lebih Kompetitif

Oleh: Harry

20 Agustus 2026, 15:00
Biaya Fit-Out Kantor Asia Pasifik Naik, Jakarta Masih Lebih Kompetitif

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Biaya penataan ulang kantor (office fit-out) di Asia Pasifik terus meningkat di tengah keterbatasan tenaga kerja, kenaikan harga material, serta semakin kompleksnya sistem mekanikal, elektrikal, dan teknologi bangunan.

JLL dalam 'Asia Pacific Office Fit-Out Costs Guide 2026' mencatat rata-rata biaya office fit-out di kawasan tersebut mencapai US$1.550 per meter persegi, atau meningkat 2%-5% secara tahunan.

Panduan ini mencakup 27 kota di 14 negara Asia Pasifik.

Ketidakpastian geopolitik turut memperbesar risiko biaya proyek.

Konflik di Timur Tengah, misalnya, memicu volatilitas harga energi global yang berdampak lebih besar terhadap negara-negara Asia Pasifik yang bergantung pada impor energi, petrokimia, dan material berintensitas energi tinggi.

Executive Managing Director Project & Development Services (PDS) JLL Asia Pacific, Martin Hinge mengatakan, biaya fit-out sangat bervariasi antar kota.

Jepang, Singapura, Australia, dan Selandia Baru memiliki biaya relatif tinggi akibat keterbatasan tenaga kerja dan standar kualitas bangunan.

Sebaliknya, India, China, serta sejumlah negara Asia Tenggara masih menawarkan biaya yang lebih kompetitif.

Jakarta menjadi salah satu pasar dengan biaya fit-out lebih rendah dibandingkan Singapura, Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

Kondisi ini dapat menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan lokasi, strategi pengadaan, serta standar desain kantor.

"Kami juga melihat bahwa terbatasnya jumlah proyek yang berjalan serta meningkatnya persaingan di sejumlah pasar membuat harga semakin kompetitif. Karena itu, analisis pada tingkat kota menjadi jauh lebih relevan dibandingkan sekadar melihat rata-rata kawasan," ujar Martin, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).

Di kesempatan yang sama, Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia, Rosari Chia mengatakan, posisi Jakarta sebagai pasar perkantoran strategis di Asia Tenggara memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam menyusun prioritas investasi dan strategi ruang kerja sesuai kondisi pasar.

Di Indonesia, komponen biaya terbesar office fit-out berasal dari layanan mekanikal dan elektrikal (M&E), disusul pekerjaan konstruksi.

Sementara itu, jasa profesional menjadi komponen dengan porsi biaya paling rendah.

Tekanan Material dan Kurs Jadi Risiko

JLL mencatat keterbatasan tenaga kerja, penyesuaian harga berbasis risiko, dan peningkatan margin kontraktor masih menjadi pendorong kenaikan biaya.

Sebanyak 68% pemimpin fungsi biaya di Asia Pasifik menyebut tekanan harga baja dan tembaga sebagai perhatian utama.

Volatilitas nilai tukar juga menciptakan distorsi biaya dan mendorong kontraktor menyesuaikan premi risiko.

Karena itu, perusahaan multinasional dinilai perlu menerapkan analisis dua mata uang (dual-currency analysis) dan strategi pengadaan yang mempertimbangkan kondisi pasar lokal.

Di sisi lain, aspek keberlanjutan semakin mendapat perhatian.

Sebanyak 88% pasar Asia Pasifik melaporkan peningkatan permintaan terhadap proyek sustainable fit-out, sedangkan 46% organisasi aktif menerapkan langkah pengurangan konsumsi energi.

JLL menilai perusahaan kini semakin memprioritaskan ruang kerja berkinerja tinggi dengan dukungan teknologi sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko, bukan sekadar peningkatan fasilitas.

Director Research and Strategy Work Dynamics Asia Pacific JLL, Shweta Choudhari mengatakan, meski kondisi ekonomi di sejumlah wilayah mulai stabil sepanjang 2025 hingga awal 2026, tantangan makroekonomi global dan regional masih memengaruhi prediktabilitas biaya, kelayakan konstruksi, dan pelaksanaan proyek.

Karena itu, analisis berbasis kota, perencanaan biaya sejak tahap awal, serta pemahaman terhadap risiko geopolitik dan rantai pasok menjadi semakin krusial dalam menentukan investasi dan strategi office fit-out di Asia Pasifik.

Berita Terkini

See More