Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)|bantuan asing|inventarisasi bantuan|Karhutla

BNPB Inventarisasi Bantuan Asing Untuk Padamkan Karhutla

Oleh: Ronal

23 Oktober 2026, 01:11
BNPB Inventarisasi Bantuan Asing Untuk Padamkan Karhutla

Foto : Dok. setkab.go.id

Pasardana.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya menginventarisasi tawaran bantuan internasional untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan dukungan dari luar negeri ini difokuskan pada pengadaan peralatan serta teknologi pemadaman mutakhir yang belum dimiliki Indonesia.

"Sesuai arahan pimpinan, pemerintah saat ini melakukan inventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri tersebut benar-benar tepat guna dan tepat sasaran dalam memperkuat operasi penanggulangan karhutla," katanya seperti dilansir dari Antara, Kamis, (22/10).

Pemerintah mencatat tawaran dukungan penanganan karhutla dari beberapa negara, di antaranya Jepang dan Singapura.

Bantuan tersebut dipastikan akan disalurkan secara tepat guna untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah prioritas.

Langkah inventarisasi tersebut berjalan beriringan dengan penanganan intensif di enam provinsi prioritas karhutla, sebut saja seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Jambi hingga Kabupaten Karanganyar.

Untuk menanggulangi karhutla di seluruh lokasi terdampak, pemerintah telah menyiagakan puluhan ribu personel gabungan lintas instansi.

Seluruh tim dilengkapi dengan armada pemadaman udara serta sarana penyiraman darat secara berkesinambungan.

"Ada lebih kurang 70 ribu personel gabungan yang sudah disiagakan untuk menangani karhutla ini, lengkap dengan armada udara dan peralatan penyiraman darat," ujar Berton.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk mendata peralatan serta kebutuhan riil penanganan karhutla sebelum memutuskan menerima tawaran tersebut.

Ia bilang, pihaknya tengah menginventarisasi kebutuhan di lapangan agar bantuan yang masuk benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.

"Ya sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita, saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi bantuan apa saja. Sehingga nanti kalau emang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, pada Rabu (21/10).

Kristomei menegaskan pintu kerja sama pada dasarnya terbuka lebar. Kendati demikian, BNPB harus menyeleksi dan menyesuaikan jenis bantuan yang ditawarkan dengan kebutuhan teknis pemadaman di lapangan.

"Nggak masalah, nggak ada masalah kita terbuka kok dan memang sudah dibuka untuk kalau memang ada kita, kita sanggup kita ada bantuan dari luar ya kita terima, cuma kan kita lihat dulu bantuan itu apa dulu," ucapnya.

Menurut dia, pemanfaatan bantuan asing difokuskan pada peralatan atau dukungan teknologi yang belum tersedia di dalam negeri. Ia menilai, langkah inventarisasi ini penting agar penanganan karhutla berjalan efektif.

"Ya saya kira kalau emang kita butuh dan kita nggak punya ya, why not?," katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap mandiri menggunakan sarana yang telah dimiliki Indonesia terlebih dahulu.

"Tapi kalau kita punya, kenapa harus susah-susah minta? Toh kalau contoh pesawat Hercules, negara lain menawarkan ini loh ada pesawat C-130, lah kita juga ada, kan lebih efektif kita gunakan, ya. Kenapa harus kita pinjem?" ujarnya lagi.

Berita Terkini

See More