Privy|Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE)|perlindungan keamanan digital|Indonesia Anti-Scam Centre (IASC)

Satu Dekade Privy: Verifikasi 72 Juta Identitas, Perlindungan Sertifikat Naik Jadi Rp3 Miliar

Oleh: Corri

22 Oktober 2026, 07:38
Satu Dekade Privy: Verifikasi 72 Juta Identitas, Perlindungan Sertifikat Naik Jadi Rp3 Miliar

Foto: CEO dan Founder Privy Marshall Pribadi (Ist)

Pasardana.id – Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Privy memperkuat perlindungan keamanan digital dengan menaikkan Certificate Warranty atau perlindungan sertifikat elektronik dari Rp1 miliar menjadi Rp3 miliar, bertepatan dengan satu dekade kiprahnya.

Langkah ini dilakukan di tengah maraknya penipuan digital yang mengancam masyarakat.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 702.342 laporan penipuan sejak 22 November 2024 hingga 30 September 2026.

Modusnya beragam, mulai dari penyalahgunaan KTP untuk pengajuan pinjaman, pemalsuan tanda tangan, akun palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi, hingga perubahan isi kontrak setelah ditandatangani.

CEO dan Founder Privy, Marshall Pribadi mengatakan, perusahaan akan terus berinovasi untuk memastikan identitas pengguna dan keaslian dokumen digital dapat diverifikasi.

“Cita-cita Privy adalah tidak ada lagi warga negara Indonesia yang menjadi korban penipuan di ruang digital. Karena itu, Privy akan terus berinovasi agar kepercayaan digital dapat dibuktikan (proven trust), sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan tenang,” ujar Marshall dalam siaran pers, Rabu (21/10).

Selama 10 tahun, Privy telah memverifikasi 72 juta identitas, digunakan lebih dari 300 ribu bisnis dan perusahaan, serta memproses lebih dari 160 juta dokumen digital.

Melalui layanan verifikasi identitas, tanda tangan elektronik, dan identitas digital, Privy berupaya memastikan identitas para pihak serta keaslian dan keutuhan dokumen dalam transaksi digital.

Marshall menyebut kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha menjadikan Privy sebagai PSrE nomor satu di Indonesia, dengan jumlah pengguna yang terus bertumbuh setiap tahun.

Semakin banyak pihak yang menggunakan identitas terverifikasi, semakin kecil ruang bagi penipu untuk bersembunyi di balik identitas palsu.

Peningkatan Certificate Warranty menjadi Rp3 miliar merupakan bentuk akuntabilitas perusahaan.

Perlindungan finansial ini berlaku sesuai syarat dan ketentuan apabila identitas atau sertifikat elektronik yang diterbitkan Privy terbukti tidak valid.

Perluas Integrasi Identitas Digital

Privy juga memperluas pemanfaatan identitas digital melalui layanan Login with PrivyID dan PrivyHub yang terintegrasi dengan berbagai platform lintas industri.

Mitranya mencakup media massa Bisnis Indonesia, Tempo, dan Kompas, platform investasi digital Treasury, platform pembuatan visa digital SPUN, serta platform edukasi teknologi BelajarLagi.

Login with PrivyID memungkinkan pengguna mengakses platform mitra menggunakan identitas digital terverifikasi, sedangkan PrivyHub menghubungkan pengguna dengan layanan mitra melalui PrivyID.

Kedua layanan tersebut membuat proses akses dan pendaftaran lebih praktis sekaligus mengurangi kebutuhan verifikasi identitas berulang.

Untuk mendukung keamanan dan pengelolaan dokumen, Privy juga menghadirkan fitur verifikasi dokumen digital guna memeriksa keaslian tanda tangan elektronik, fitur Chat untuk berkomunikasi dengan pihak terverifikasi, serta Privy Pal berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Privy Pal membantu pengguna merangkum dokumen, menjawab pertanyaan terkait isinya, dan membandingkan beberapa dokumen.

Ekspansi ke Enam Negara

Setelah memulai ekspansi internasional ke Australia pada 2023, Privy kini menjangkau pengguna personal dan bisnis di berbagai negara, termasuk India, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, China, dan Singapura.

Marshall mengatakan, ekspansi tersebut bertujuan memperluas pemanfaatan identitas terverifikasi dalam aktivitas digital lintas negara.

Perusahaan akan terus memperkuat jangkauan dan integrasi layanan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna serta ketentuan di masing-masing negara.

Dari sisi keberlanjutan, estimasi internal Privy menunjukkan penggunaan dokumen elektronik telah menghemat sekitar 2 juta lembar kertas dan 767,2 juta liter air, serta mengurangi 5 ribu ton limbah.

Penghematan kertas tersebut juga diperkirakan setara dengan 227 ribu pohon.

Memasuki dekade kedua, Privy akan berfokus pada perluasan pasar internasional, penguatan integrasi layanan digital, serta pengembangan ekosistem kepercayaan digital untuk memenuhi kebutuhan pengguna personal dan bisnis di pasar global.

Berita Terkini

See More