Tanggapi Kritik Asing Terkait Karhutla, Prabowo : Cool Aja, Kita Bertanggung Jawab
Oleh: Ronal

Foto : BPMI Setpres
Pasardana.id – Banyak yang mengkritik pemerintah terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah Air. Tak cuma dari dalam negeri saja, kritikan juga datang dari pihak asing (luar negeri).
Menanggapi kritikan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengatakan kalau sebagian perusahaan yang berasal dari negara-negara luar itu justru diduga memiliki tanggung jawab atas persoalan karhutla di Indonesia.
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini," kata Prabowo.
Untuk itu, dirinya menegaskan akan menindak tegas perusahaan asing yang terbukti melanggar aturan dan menyebabkan karhutla. Tak segan-segan, tindakan yang akan diambilnya yakni pencabutan izin usaha bagi perusahaan yang melakukan pelanggaran berulang.
"Cabut saja nanti (izin usahanya). Enggak apa-apa,” katanya.
Presiden juga membuka peluang agar pengelolaan lahan atau perkebunan yang izinnya dicabut dapat dilakukan oleh sumber daya manusia Indonesia.
“Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang Indonesia enggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu. Mungkin, lebih baik kita kelola daripada mereka karena kita cinta Tanah Air kita," beber Presiden.
Meski begitu, ia menegaskan pemerintah tetap berfokus pada penanganan karhutla dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan pemerintah daerah.
"Namun, kita cool saja. Kita tenang. Kita bertanggung jawab. Kita sudah cukup besar pengarahan TNI, polisi, pemda bekerja setengah mati. Saudara saksi. Saudara di paling depan bupati, gubernur,” kata dia.
Prabowo mengingatkan akan dampak Karhutla ini tak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang tinggal di wilayah terdampak.
“Itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden pun turut menyampaikan keyakinan terhadap masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada hutan dan lahan di Kalimantan tidak memiliki kepentingan untuk merusak lingkungan tempat tinggal mereka.
Prabowo menilai masyarakat setempat justru menjadi kelompok yang paling merasakan dampak kebakaran, terutama akibat gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan.
"Saya yakin, enggak mungkin ada orang Kalimantan, hidupnya dari tanah dan hutan Kalimantan, kok rela hutannya terbakar. Enggak mungkin. Dia hidup di situ. Dia yang menderita. Anak-anak yang menderita. Tidak mungkin rakyat setempat. Pasti (pelakunya) orang-orang yang tidak punya rasa cinta kepada bumi Indonesia dan rakyat Indonesia," tandasnya.




