Indeks Kospi Turun 0,76 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 20,42 poin, atau sekitar 0,76 persen, pada Selasa (4/6/2024), menjadi 2.662,10.

Volume perdagangan mencapai 759,2 juta saham senilai 12,5 triliun won atau sekitar US$9,07 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 642 berbanding 226.

Angka indeks turun setelah mengalami lonjakan pada sesi sebelumnya dan Wall Street berakhir bervariasi. “Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi seiring lemahnya indikator-indikator dan anstisipasi pemangkasan suku bunga memperpanjang hasil bervariasi di pasar saham Amerika Serikat,” jelas Kim Ji-Won, analis KB Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Penting untuk melakukan pendekatan investasi dengan hati-hati dan siap menghadapi volatilitas,” ungkapnya.

Investor asing dan institusi total melepas saham senilai 516 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 520 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,53 persen dan 0,46 persen. Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing merosot 2,14 persen dan 3,4 persen.

Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution dan perusahaan biofarmasi Celltrion masing-masing melonjak 1,36 persen dan 5,08 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.376 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 23,90 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 7.737,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Malaysia, Vietnam, dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 13,07 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 3.091,56. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 41,07 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 18.444,11.