Indeks Kospi Melonjak 1,23 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 33,17 poin, atau sekitar 1,23 persen, pada Jumat (7/6/2024), menjadi 2.722,67.

Volume perdagangan mencapai 771,8 juta saham senilai 12,2 triliun won atau sekitar US$8,9 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 460 berbanding 400.

Angka indeks melonjak dipicu mencuatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini setelah European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

“Indeks Kospi terdongkrak ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed usai ECB memangkas suku bunga,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Menurut Lee, data pekerjaan Amerika Serikat yang telah rilis menunjukkan tekanan inflasi melemah sehingga mendukung pemangkasan suku bunga The Fed.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 286,5 miliar won dan 157,7 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 467 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,13 persen, saham SK Hynix sebaliknya melambung 7,12 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energi Solution dan Samsung SDI masing-masing melonjak 2,13 persen dan 1,92 persen.

Saham perusahaan keuangan KB Finansial Group dan Shinhan Financial Group masing-masing meningkat 2,84 persen dan 3,4 persen. Saham perusahaan baja POSCO Holdings dan perusahaan kimia LG Chem masing-masing menguat 1,44 persen dan 2 persen.

Saham perusahaan konglomerat SK Group meroket 10,98 persen setelah chairman Chey Tae-Won menjajaki peluang memperkuat kerjasama dengan TSMC di Taiwan.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 7,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.365,30 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 38,20 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 7.860. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 2,49 poin, atau sekitar 0,08 persen, menjadi 3.051,28. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 109,85 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 18.366,95.