Indeks Kospi Turun 0,79 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 21,5 poin, atau sekitar 0,79 persen, pada Senin (10/6/2024), menjadi 2.701,17.

Volume perdagangan moderat mencapai 499,3 juta saham senilai 11,16 triliun won atau sekitar US$8,1 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 499 berbanding 381.

Angka indeks turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan menguatnya nilai tukar dolar AS. “Pelemahan indeks Kospi tidak terhindarkan akibat meningkatnya imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS yang dipicu solidnya data pekerjaan AS,” jelas Lee Kyung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor ritel dan asing masing-masing meraup saham senilai 553,8 miliar won dan 18,9 miliar won, sedangkan investor institusi melepas saham senilai 567,9 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 2,07 persen, sedangkan saham SK Hynix naik 0,24 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan Celltrion masing-masing anjlok 3,01 persen dan 0,84 persen.

Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDS masing-masing merosot 1,67 persen dan 4,57 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing meningkat 0,94 persen dan 0,25 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 10,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.376 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,46 persen.

Bursa Australia tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan hari ulang tahun Raja Inggris Charles III. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Bursa saham di Tiongkok, termasuk di Hong Kong, tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Festival Perahu Naga.