ANALIS MARKET (14/6/2024) : Konsolidasi IHSG Diproyeksi Masih Berlanjut Sampai Kisaran Level 6800 - 6750

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, S&P 500 meraih rekor penutupan terbarunya pada perdagangan hari Kamis (13/06), didukung lonjakan harga saham para perusahaan pembuat chip dan bertambahnya spekulasi penurunan suku bunga tahun ini yang didorong oleh tanda-tanda perlambatan inflasi lebih lanjut.

US PPI alias Inflasi di tingkat produsen AS secara tak terduga turun pada bulan Mei, sebesar 0,2% bulan lalu setelah naik sebesar 0,5% pada bulan April.

Secara tahunan, US PPI meningkat 2,2% setelah naik 2,3% di bulan April. Hal ini menyusul data Initial Jobless Claims mingguan yang menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan pada minggu lalu (actual 242ribu versus forecast 225ribu, versus previous : 229ribu), meningkatkan harapan pasar keuangan bahwa Federal Reserve akan punya alasan untuk mulai memotong suku bunga pada bulan September.

Peluang terjadinya 2 kali penurunan suku bunga setelah data tersebut dirilis kini berada di sekitar 70% bahkan ketika The Fed pada hari Rabu memberi isyarat untuk hanya melakukan 1 kali pemotongan tahun ini, turun dari perkiraan awal sebelumnya di bulan Maret yang memperkirakan 3 kali pemotongan suku bunga.

Lebih lanjut malam ini akan didengar pandangan dari University of Michigan terkait ekspektasi konsumen atas sentimen usaha dan inflasi dalam 6bulan ke depan.

FIXED INCOME: Pemerintah AS menjual obligasi 30 tahun senilai USD 22 miliar pada hari Kamis dengan imbal hasil yang lebih rendah dari perkiraan, didorong oleh permintaan yang lebih kuat. Imbal hasil US Treasury tenor 30-Tahun turun menjadi 4,396%, setelah diperdagangkan pada sesi tertinggi di sekitar 4,491%, mendorong imbal hasil lainnya menjadi lebih rendah.

MARKET ASIA & EROPA: Industrial Production di wilayah EUROZONE pun secara tak terduga terkontraksi 0.1% mom di bulan April, anjlok dari pertumbuhan positif 0.5% di bulan sebelumnya. Beberapa investor mulai menyuarakan concerns apakah ekonomi melambat terlalu cepat. Lebih lanjut sore ini akan dipantau data Trade Balance (Apr) dari group ini, sebelum para investor pusatkan perhatian lekat2 pada keputusan BANK OF JAPAN terkait interest rate mereka yang diperkirakan belum akan dinaikkan lagi dari posisi terakhir 0.1%. Seberapa besar CHINA berhasil menggelontorkan kredit baru di bulan May akan jadi patokan apakah perekonomian negara nomer dua di dunia ini semakin bergerak ke arah yang lebih bersemangat.

KOMODITAS: Kekhawatiran mengenai surplus pasokan MINYAK mentah dunia yang mengekang potensi harga minyak telah berlangsung selama berbulan-bulan, dan kini akan semakin meningkat karena Irak dan Kurdistan tampaknya hampir mencapai kesepakatan yang dapat memicu gelombang pasokan baru. Menteri Perminyakan Irak Hayan Abdel-Ghani mengapresiasi perkembangan terakhir dalam pembicaraan dengan pejabat wilayah Kurdistan mengenai kesepakatan bagi Kurdistan untuk melanjutkan ekspor minyak. Pembicaraan mengenai kesepakatan tersebut terjadi setelah perbaikan pipa minyak Kirkuk-Ceyhan yang dilakukan Irak baru-baru ini – yang sempat ditutup pada tahun 2014 setelah mengalami kerusakan akibat serangan berulang kali oleh militan ISIS – membuka jalan bagi kapasitas transit 350.000 barel minyak per hari dari Kurdistan ke Turki. Sementara itu di AS, harga GAS ALAM berada dalam tren naik di sepanjang kurva futures, meskipun terlihat adanya penundaan dalam proyek ekspor US LNG yang terbaru. Harga gas alam sudah naik lebih dari 20% untuk tahun ini. Namun, harga gas alam tahun 2024 berdasarkan kurva futures masih tetap datar hingga saat ini, sedangkan harga futures tahun 2025 telah meningkat sekitar 6% di tahun ini.

IHSG terlihat masih kesulitan untuk menjaga level Support 6850 dan bukannya tak mungkin perjalanan konsolidasi ini masih harus berlanjut sampai 6800-6750; walaupun RSI positive divergence telah muncul mendekati wilayah Oversold.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas menyarankan para investor / trader untuk tetap pertahankan lebih banyak sikap WAIT & SEE di penghujung pekan yang akan bersambung menjadi long-weekend sampai hari Selasa depan dikarenakan adanya libur & cuti bersama hari raya Idul Adha.

“IHSG berpotensi lanjutkan melemah sampai kisaran 6800-6750,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Jumat (14/6).