ANALIS MARKET (21/6/2024) : IHSG Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, S&P 500 ditutup lebih rendah 0,2% pada perdagangan Kamis (20/6) kemarin, setelah mencapai angka tertinggi sepanjang masa 5.505,23 untuk pertama kalinya ketika harga saham NVIDIA menciut 3%, menyeret sektor Teknologi ke bawah dan NASDAQ ditutup memerah 0,8%, juga akibat banyaknya data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda ekonomi AS melambat.

Di sisi lain, DJIA justru mampu ditutup di teritori positif menguat 299 poin, atau 0,7%.

Market cap Nvidia turun menjadi $3,217 triliun, tepat di bawah Microsoft sebesar $3,312T, sedangkan Apple tetap berada di posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar $3,215T.

INDIKATOR EKONOMI PENTING HARI INI: JEPANG mulai merilis angka National Core CPI pada bulan May 2.5% yoy, sedikit memanas dari ekspektasi 2.6% ; dan sedikit lagi akan menunggu angka Services PMI. Di benua EROPA, INGGRIS akan mempublikasikan angka Penjualan Retail mereka di bulan May ayng diharapkan laju penurunannya mulai melambat. AS, JERMAN & EUROZONE juga akan mengumumkan sejumlah angka PMI hari ini ; AS akan melengkapi data perumahan dengan US Existing Home Sales (May).

Data ekonomi yang dirilis Kamis pagi menunjukkan perekonomian AS melambat, di mana Initial Jobless Claims mencapai 238,000, di atas perkiraan 235,000, sementara HOUSING STARTS merosot 5,5% di bulan Mei. Sejumlah pejabat The Fed telah menyatakan kehati-hatian mengenai perkiraan penurunan suku bunga yang terlalu cepat, dan mencari lebih banyak bukti bahwa inflasi telah terkendali sebelum bank sentral menyetujui pelonggaran kebijakan moneter. Beberapa pejabat The Fed dijadwalkan akan berbicara nanti, menyusul pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari yang mengatakan bahwa diperlukan waktu hingga dua tahun untuk mengembalikan inflasi AS ke target jangka menengah Federal Reserve. Analis memperkirakan tanda-tanda ekonomi yang sedikit melambat ini akan disambut baik oleh the Fed karena mereka mempertimbangkan langkah menuju penurunan suku bunga. Yield US Treasury pada awalnya mundur dari level tertingginya menyusul data ekonomi, sebelum melanjutkan kenaikannya. Pasar menantikan lelang minggu depan untuk sekitar $183 miliar obligasi pemerintah AS bertenor dua, lima, dan tujuh tahun. Para investor cenderung menjual Treasury sebelum lelang untuk menaikkan imbal hasil sebelum membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah, sebuah praktik yang disebut konsesi. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik 3,7 basis poin dari akhir hari Selasa menjadi 4,254%. Imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun naik 3,7 basis poin menjadi 4,3908%. Imbal hasil obligasi bertenor 2 tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, naik 2,7 basis poin menjadi 4,7308%.

DOLLAR INDEX, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk Yen dan Euro, naik 0,4% menjadi 105,63, sementara Euro turun 0,34% dan ditutup pada $1,0703.

MARKET ASIA & EROPA: bank sentral CHINA & INGGRIS mempertahankan sentimen dovish dengan menahan suku bunga mereka tetap di tempat, yang mana langkah ini pun diikuti oleh BANK INDONESIA dengan tidak mengubah BI7DRR di posisi 6.25%. Dikombinasikan dengan rate cut yang telah dilakukan sebelumnya oleh Swiss National Bank, tampaknya memberikan ruang manuver bagi the Fed untuk menentukan waktu penurunan suku bunga pertamanya. Ekspektasi untuk penurunan suku bunga secepatnya di bulan September telah sedikit memudar. Pasar keuangan saat ini memperkirakan peluang 57,9% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan September, turun dari 61,1% seminggu yang lalu, menurut CME FedWatch. Indeks MSCI dari saham-saham di seluruh dunia mencapai rekor tertinggi tetapi ditutup turun 0,15% pada 803,89. Saham-saham pasar negara berkembang turun 0,06%. Indeks MSCI dari saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang ditutup 0,16% lebih rendah, sementara Nikkei Jepang naik 0,16%.

KOMODITAS: MINYAK mentah US WTI naik 0,74% menjadi $82,17 per barel dan BRENT naik menjadi $85,71 per barel, naik 0,75% pada hari ini. Spot EMAS naik 1,36% menjadi $2.359,22 per ons.

Finally IHSG dapatkan rebound-nya ke level 6819.32 (menguat 1.37%) dari Support 6700 di kala RSI sudah masuk wilayah Oversold. Kenaikan ini masih belum didukung oleh asing, secara mereka masih membukukan net sell IDR 100.52 miliar.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, analis NH Korindo Sekuritas memperkirakan akhir pekan ini masih tersisa potensi penguatan terbatas ke resistance pertama yaitu MA10 around 6855. Jika ternyata level ini mampu ditembus maka IHSG akan punya alasan untuk lanjutkan penguatan pekan depan ke TARGET berikut : MA20 / 6990-7000.

“IHSG berpotensi menguat,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Jumat (21/6).