ANALIS MARKET (24/6/2024) : IHSG Berpotensi Lanjut Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Indeks saham global turun untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan hari Jumat (21/6) kemarin, terbebani oleh pelemahan saham Teknologi, sementara US DOLLAR mencapai level tertinggi sejak awal Mei karena indeks aktivitas bisnis AS naik tipis ke level tertinggi lebih dari 2 tahun. S&P Global mengatakan Indeks Output PMI Composite AS, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, naik tipis menjadi 54,6 bulan ini, tertinggi sejak April 2022, dari angka 54,5 di bulan Mei.

Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq ditutup sedikit lebih rendah karena saham NVIDIA kehilangan tenaganya & turun lebih dari 3% menyeret keseluruhan sektor Teknologi turun.

Meskipun mengalami kemunduran, produsen chip ini tetap naik sekitar 155% pada tahun ini karena rally yang kuat di sektor terkait AI telah mengangkat S&P500 dan NASDAQ ke rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir, jadi tak heran jika kedua indeks tersebut konsolidasi sejenak, melemah tipis tak lebih dari 0.2%.

Hanya DJIA saja yang menguat tipis 0.04%. Indeks MSCI dari saham-saham di seluruh dunia turun 0,37%, menjadi 801,37 setelah menyentuh rekor intraday 807,17 pada hari Kamis tetapi masih berada di jalur untuk kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Data ekonomi lainnya di pasar perumahan menunjukkan penjualan rumah yang sudah ada di AS alias Existing Home Sales turun selama 3bulan berturut-turut di bulan Mei karena harga yang mencapai rekor tertinggi dan kenaikan suku bunga cicilan rumah membuat calon pembeli menahan diri.

YIELD US TREASURY naik tipis setelah data tersebut keluar , imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun bergerak 0,1 basis poin lebih tinggi pada 4,255%. Imbal hasil 10 tahun catatkan kenaikan mingguan pertama setelah 2 penurunan berturut-turut.

MARKET EROPA & ASIA : Saham-saham EROPA ditutup melemah, tertekan oleh penurunan saham Bank dan saham Teknologi dengan latar belakang data ekonomi yang menunjukkan pertumbuhan bisnis ZONA EURO melambat tajam di bulan ini. Indeks STOXX 600 turun 0,73%, sementara indeks FTSEurofirst 300 Eropa turun 15,59 poin, atau 0,76%. Data JEPANG pada hari Jumat mengindikasikan bahwa Inflasi yang dipicu oleh permintaan di negara ini melambat di bulan Mei, meredupkan prospek kenaikan suku bunga lanjutan dari Bank of Japan. Deputi Gubernur Bank of Japan Shinichi Uchida mengatakan pada hari Jumat bahwa bank sentral bersedia untuk menaikkan suku bunga jika ekonomi dan harga bergerak sesuai dengan perkiraannya, namun ternyata tanda-tanda pelemahan tetap ada.

DOLLAR INDEX, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,17% menjadi 105,81 ; EURO turun 0,09% pada USD 1,069. Terhadap YEN Jepang, Dollar menguat 0,43% menjadi 159,59. Level tersebut belum pernah terlihat sejak akhir April ketika pihak berwenang Jepang melakukan intervensi untuk menghentikan jatuhnya mata uang Yen.

KOMODITAS : Dollar yang lebih kuat membantu menurunkan harga MINYAK , di mana US WTI turun 0,69% pada USD 80,73 / barel dan BRENT turun 0,55% dan menetap di harga USD 85,24 / barel. Namun, kedua patokan minyak mentah tersebut berhasil ditutup naik sekitar 3% pada minggu lalu.

IHSG: Thanks to revisi FCA dan bangkitnya saham-saham big bank , IHSG kembali terangkat ke atas Resistance MA10 yang telah menaungi trend turun sejak akhir May lalu. Momentum naik ini tercipta berkat dukungan beli bersih asing senilai IDR 1.15 triliun (all market), suatu peristiwa yang langka belakangan ini ; persis ketika RSI sudah terbenam di wilayah OVERSOLD.

Dengan demikian, analis NH Korindo Sekuritas melihat peluang IHSG melanjutkan penguatan ke target berikut : 6980-7000 kembali terbuka ; di mana Support terdekat 6850 saat ini bisa digunakan sebagai entry point untuk BUY ON WEAKNESS.

“IHSG berpotensi lanjut menguat,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Senin (24/6).