ANALIS MARKET (28/2/2024) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (27/2), IHSG ditutup menguat 1,49 poin (+0,02%) ke level 7.285,32.

IHSG ditutup menguat didorong oleh penguatan mayoritas saham big cap seperti BBCA, BBNI, dan BYAN.

Di saat yang sama, investor cenderung wait & see mencermati perkembangan data ekonomi pekan ini, seperti PMI Manufaktur beberapa negara, Pesanan Barang Tahan Lama Inti AS (Jan-24) dan Kepercayaan Konsumen CB AS (Jan-24).

Sebelumnya, inflasi Jepang (Jan-24) tercatat 2,2% yoy, turun dari inflasi 2,6% yoy (Des-23).

Selain itu, Penjualan Rumah Baru AS (Jan-24) tercatat 661 ribu (disetahunkan), di bawah ekspektasi (680 ribu unit).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (- 0,25%), S&P 500 (+0,17%), dan Nasdaq (+0,37%).

Saham-saham di AS berakhir beragam pada hari Selasa, karena investor berhati-hati dan memonitor dengan cermat komentar-komentar dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan wawasan mengenai kebijakan moneter masa depan ketika kita mendekati data-data ekonomi utama pada minggu ini, seperti inflasi PCE dan perkiraan pertumbuhan PDB kedua.

Kemudian, angka terbaru menunjukkan pesanan barang tahan lama pada bulan Januari mengalami kontraksi lebih besar dari perkiraan sebesar 6,1%, menandai penurunan paling tajam sejak April 2020.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (28/2).