ANALIS MARKET (14/7/2022) : IHSG Diperkirakan Masih Berpotensi Melanjutkan Pelemahannya

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG di perdagangkan di zona merah pada perdagangan kemarin (13/7), dengan ditutup melemah tipis di level 6641 (-1,15%). Pelemahan IHSG diikuti oleh aksi taking profit investor asing, yang khawatir akan pelemaahan ekonomi global sementara USD/IDR menyentuh 15000 hal ini juga membuat investor asing melakukan aksi jual di pasar saham maupun obligasi. Beberapa sektor yang mendorong pelemahan IHSG diantaranya yaitu sektor teknologi (-1,77 %), sektor bahan konsumi non primer (- 1,31%), dan sektor energy (-1,05%). Investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp 873,07 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing adalah BBCA, BMRI dan BBRI.

Secara teknikal, IHSG membentuk candle hitam cukup tebal dan kembali menguji support-nya di area 6600, saat ini belum ada sinyal pembalikan arah untuk IHSG. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini, yaitu: AVIA, UNTR, WINS, SMGR, TBIG, TOWR, BFIN, KAEF.

Sementara itu, bursa AS kembali ditutup kompak di zona merah, pelemahan ini di dorong oleh rilisnya inflasi yang kembali mengalami kenaikan di atas consensus pasar, kenaikan inflasi didorong oleh kenaikan harga energy +41,6%, gasoline +59,9%, fuel oil +98,5% electricity +13,7%, natural gas +38,4%. Inflasi ini dapat membuat keputusan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunganya pada bulan July ini.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia pada perdagangan Kamis (14/7) pagi ini kembali di buka di zona merah, pada saat laporan ini ditulis index Nikkei melemah 0,11%, sementara Kospi melemah 0,28%.

Kemudian dari dalam negeri, IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahannya. Mengingat sentiment eksternal dari inflasi yang belum terkendalikan, serta investor asing masih berpotensi melanjutkan aksi taking profit ditengah pelemhan rupiah.

“Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6600 – 6680,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (14/7/2022).