ANALIS MARKET (04/10/2022) : IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa AS semalam ditutup menguat: DJIA +2.7%, S&P500 +2.6%, dan Nasdaq +2.3%, kemungkinan karena optimisme dari penguatan USD, walau pergerakan pasar selanjutnya diperkirakan akan masih tergantung dari keputusan the Fed dalam menangani tingkat inflasi. Rilis data ekonomi yang akan menjadi perhatian hari ini adalah data Job Openings (Cons: 10.8jt; Prev: 11.2jt). Yield UST 10 tahun terpantau turun menjadi 3.62% dan USD Index turun -0.59% ke level 111.57.

Dari pasar komoditas, harga Brent naik +4.3% menjadi USD 88.8/bbl, emas naik +2.5%. Akan tetapi, batu bara turun -8.0% menjadi USD 399/ton. Sementara itu, CPO naik +0.3% ke RM 3,426/ton, dan nikel naik +0.9% ke harga USD 21,299/ton.

EIDO ditutup naik +1.03% ke level 23.56. Pada akhir perdagangan kemarin (03/10), IHSG ditutup naik +0.07% ke level 7,040.8. BBCA, BMRI, dan TLKM menjadi top leading movers, sementara ASII, GOTO, dan EMTK menjadi top lagging movers. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net buy sebesar IDR 236.8 miliar. Di pasar regular, investor asing mencatatkan net buy sebesar IDR 230.2 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing sebesar IDR 6.6 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBCA (IDR 303.9 miliar), BMRI (IDR 124.2 miliar), dan ADRO (IDR 76.9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh ASII (IDR 184.7 miliar), BBRI (IDR 115.3 miliar), dan GOTO (IDR 36.1 miliar).

Terjadi penambahan 1,134 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (3/10) dengan positivity rate sebesar 4.3% (total kasus aktif: 16,294).  Sementara itu, sebanyak 2,263 pasien sembuh (recovery rate: 97.3%).

BPS merilis data inflasi Indonesia bulan September kemarin (3/10), yang mencapai 5.95%YoY (Cons: 6%; Prev: 4.69%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG kami perkirakan akan bergerak menguat seiring sentimen bursa global, walau penguatannya mungkin agak terbatas di tengah pergerakan yang bervariasi dari pasar komoditas,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (04/10/2022).