ANALIS MARKET (07/10/2022) : IHSG Berpotensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS hari Kamis (6/10) ditutup melemah ditengah antisipasi data ketenagakerjaan AS Jumat ini. Dow Jones melemah -1.15%; S&P500 -1.02%, dan Nasdaq -0.68%. Data initial jobless claim naik menjadi 219k (prev: 190k). Para investor menanti rilis data ketenagakerjaan, diantaranya unemployment rate yang diperkirakan flat di 3.7% & non-farm payrolls bulan September yang diperkirakan turun ke 250k (prev: 315k). Yield UST 10Y naik ke level 3.8% dan USD Index naik ke level 112.25.

Pasar komoditas bergerak mixed; minyak menguat +1.5% ke level USD 89.0/bbl, CPO +1.7% ke MYR 3,701/ton, batu bara flat +0.05% di level USD 406/ton, emas juga flat -0.05% ke level USD 1,720/toz, sedangakan tembaga -1.9% ke level USD 344/ton.

Bursa Asia ditutup mixed pada perdagangan Kamis (6/10): Kospi +1.0, Nikkei +0.7%, sementara Hang Seng -0.42%, dan Shanghai tutup. IHSG ditutup flat +0.02% pada hari yang sama ke level 7,077. Investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net buy besar IDR 4.0 triliun. Net sell asing di pasar regular sebesar IDR 334.6 miliar dan net buy di pasar negosiasi sebesar IDR 4.3 triliun. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh UNVR (IDR 51 miliar), PTBA (IDR 37.3 miliar), dan BBNI (IDR 33.9 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI (IDR 122 miliar), ASII (IDR 119.2 miliar), dan TLKM (IDR 72.6 miliar). Top leading movers emiten GOTO, BMRI, PNLF, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, ASII. Indeks EIDO ditutup melemah -0.42%.

Terjadi penambahan 1,831 (+6.3%) kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin (6/10), dengan daily positivity rate 7.25%. Recovery rate 97.3% dan kasus aktif 17,047 pada hari yang sama.

Adapun diperdagangan Jumat (07/10) pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei -1.23% dan Kospi -0.89%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan melemah hari ini, seiring pergerakan negatif pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (07/10/2022).