ANALIS MARKET (21/6/2021) : Faktor Eksternal Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat (18/6).

Indeks Dow Jones ditutup melemah 1.58%, S&P 500 ditutup melemah 1.31% begitupun NASDAQ melemah 0.92%.

Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat melemah 1.58% dan FTSE melemah 1.90%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 1.01% pada perdagangan Jumat (18/6) kemarin.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.375. Sedangkan dari komoditas, minyak WTI dan Brent kompak menguat masing-masing sebesar 0.27% dan 0.64%.

Sementara itu, Nikkei diperdagangan Senin (21/6) pagi ini, dibuka melemah 2.23% dan indeks KOSPI dibuka melemah 0.56%. Di sisi lain, indeks futures US tercatat mixed, dengan Dow Jones melemah 0.08%, S&P melemah 0.09% dan Nasdaq menguat 0.03%.

Lebih lanjut analis SAM juga menyoroti beberapa sentiment yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

1.Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menyebar target investasi 2022 sebesar Rp 1.200 triliun —naik 33,3% dari target tahun ini yang sebesar Rp 900 triliun— ke enam wilayah yang telah dipetakan. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke luar Jawa. Sementara itu Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, perizinan berusaha satu pintu melalui Online Single Submission (OSS) versi baru yang berbasis risiko siap diluncurkan pada 2 Juli 2021 mendatang. Nantinya, seluruh perizinan terkait investasi cukup dilakukan secara online dalam satu sistem tersebut. 

2.Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa China akan mengalami isolasi dari pihak internasional jika tidak mengizinkan penyelidikan di wilayahnya mengenai asal-usul virus yang menyebabkan pandemi Covid-19. Komentar Sullivan mengikuti seruan minggu lalu dari G-7 termasuk Presiden AS Joe Biden untuk penyelidikan lain tentang bagaimana virus itu berasal. Biden bulan lalu memerintahkan komunitas intelijen AS untuk “menggandakan” upaya untuk menentukan dari mana asal virus corona dan melaporkan kembali dalam 90 hari. China telah menolak teori bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan. Di sisi lain, masih terkait pandemi, Jepang meminta bantuan perusahaan-perusahaan besar untuk membantu memberikan vaksin ke karyawan. Kemudian Hong Kong saat ini sedang memeriksa kemungkinan pelonggaran pembatasan. Terakhir, suntikan penguat Covid mungkin tidak diperlukan, kata seorang ilmuwan WHO.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Senin (21/6/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.