ANALIS MARKET (03/5/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Terkonsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan akhir pekan lalu (30/4), IHSG ditutup turun 17.34 poin (-0.29%) ke level 5995.62 setelah sempat dibuka positif. Saham-saham disektor keuangan (-0.99%) dan Perdagangan (-0.63%) terkoreksi setelah sempat optimis akibat sentimen ramadhan. Penguatan saham-saham disektor pertanian (+0.61%) dan Industri Dasar (+0.79%) gagal membawa IHSG bertahan di zona positif karena bobot yang dimiliki tidak lebih banyak dari sektor yang melemah. Investor menunggu pernyataan The Fed pada prospek suku bunga sebagai antisipasi nilai tukar rupiah. Adapun investor asing tercatat net buy sebesar Rp186.27 miliar.

Di sisi lain, dari Bursa regional, mayoritas indeks saham Asia terkoreksi diakhir pekan (30/4). Indeks Nikkei (-0.83%), TOPIX(-0.57%), HangSeng (-1.97%) dan CSI300 (-0.79%) turun lebih dari setengah persen disaat investor berhati-hati akan laporan pendapatan emiten hingga data ekonomi yang menunjukan potensi penguatan inflasi lanjutan.

Adapun Bursa Eropa mayoritas turun seperti DAX (-0.12%), CAC40 (+0.52%) sedangkan FTSE (+0.12%) bertahan di zona positif.

Bursa AS mayoritas turun dengan indeks DJIA (-0.54%), S&P500 (-0.72%) dan NASDAQ (-0.85%) setelah pernyataan hawkish dari seorang pejabat The Fed setelah dukungan fiskal pemerintah membuahkan hasil pada pemulihan ekonomi yang mendorong data harga konsumen ke level yang lebih tinggi.

Selanjutnya, investor akan merefleksikan pernyataan The Fed mengenai potensi bersikap hawkish terhadap nilai tukar rupiah sembari menunggu data PMI Manufaktur dan tingkat inflasi di Indonesia.

Sementara itu, Bursa Jepang ditutup libur pada perdagangan awal pekan (03/5), memperingati hari konstitusi, sementara indeks KOSPI (+0.55%) dibuka menguat.

Risiko inflasi kembali menjadi fokus, meskipun beberapa data dipengaruhi oleh guncangan pandemi tahun lalu. Stimulus fiskal membantu mendorong keuntungan bulanan terkuat dalam pendapatan pribadi AS dalam catatan kembali ke tahun 1946.

Investor juga khawatir bahwa bank sentral mungkin mulai mengurangi program pembelian aset yang telah mendukung pemulihan.

Di tempat lain, krisis virus India memburuk, dengan kematian harian mencapai rekor lain pada hari Minggu (02/5).

Dari komoditas, harga minyak WTI (+0.60%) cukup optimis di perdagangan hari ini.

“Secara sentimen, pergerakan IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi ditengah liburnya bursa Jepang dan aksi wait and see investor pada sejumlah data ekonomi yang akan rilis seperti PMI manufaktur beberapa negara hingga inflasi. Sentimen positif hari ini datang dari rilisnya PMI manufaktur Indonesia bulan April yang kembali naik ke level 54.6 dari 53.2,” ungkap analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (03/5/2021).