ANALIS MARKET (04/5/2021) : IHSG Berpotensi Kembali Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (03/5), IHSG ditutup turun 43.02 (-0.72%) dengan saham-saham disektor Infrastruktur (-1.48%) dan Industri Dasar (-1.41%) menjadi penekan hingga akhir sesi perdagangan. Aksi profit taking investor terhadap saham-saham tower yang sebelumnya menguat optimis dan refleksi pertumbuhan inflasi yang masih dibawah ekspektasi. Kekhawatiran sentimen global mengenai data ekonomi yang rilis alami pertumbuhan yang cepat menjadi katalis. The Fed berpotensi mengubah pandangannya menjadi hawkish setelah data ekonomi yang optimis membuat investor domestik berhati-hati akan nilai tukar rupiah. Investor pun menanti data pertumbuhan GDP dengan ekspektasi dizona positif 1% secara QoQ dan 1.9% secara YoY.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham Asia melemah mengiringi ditutupnya bursa Jepang dan Tiongkok. Indeks HangSeng (-2.01%) turun dua persen meskipun indeks berjangka AS berbalik menguat. Kekhawatiran mengenai dampak komentar The Fed terhadap prospek suku bunga kedepan menjadi trigger negatif.

SSedangkan Bursa Eropa mayoritas menguat di akhir perdagangan kemarin (03/5), dengan indeks Eurostoxx (+0.64%), DAX (+0.66%) dan CAC (+0.61%) naik lebih dari setengah persen.

Di tempat lain, krisis virus India memburuk, dengan kematian harian mencapai rekor lain pada hari Minggu (02/5). Perdana Menteri Narendra Modi mendapat kecaman karena penanganannya terhadap krisis Covid-19 dan partainya kalah dalam pemilihan utama negara bagian.

Selanjutnya, investor akan menanti data-data pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2021 yang mulai akan rilis pada bulan ini setelah indeks kinerja manufaktur mulai ekspansi.

Sementara itu, diperdagangan Selasa (04/5) pagi ini, Bursa regional bervariasi tanpa perdagangan indeks saham Jepang dan Tiongkok. Saham-saham di Korea Selatan turun mengikuti indek berjangka AS yang terkoreksi pagi ini.

Data Senin (03/5) di AS menunjukkan pertumbuhan antara pabrikan AS melambat pada bulan April, sementara ukuran harga yang dibayarkan untuk material melonjak ke level tertinggi sejak 2008.

Hal tersebut membuat Jerom Powell menegaskan kembali bahwa kemajuan dalam pemulihan masih tidak merata.

Investor tampaknya melihat melalui ancaman pandemi yang terus-menerus, berfokus pada keberhasilan relatif dari peluncuran vaksin di banyak negara maju.

Sementara itu, gelombang Covid-19 baru yang ganas sedang menyelimuti India dan sebagian Asia Tenggara, menempatkan tekanan parah pada system perawatan kesehatan mereka dan mendorong permohonan bantuan lebih banyak.

“Secara sentiment, IHSG berpotensi bergerak kembali tertekan,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (04/5/2021).