ANALIS MARKET (05/3/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Turun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (04/3), IHSG ditutup melemah (-1.35%) atau turun 85.95 poin ke level 6290.80 dengan saham-saham disektor pertambangan (-2.87%) dan Keuangan (-1.79%) menjadi penekan pelamahan IHSG. Pelemahan ekuitas global dengan komoditas logam menjadi faktor utama. Investor terpantau berhati-hati akan dampak dari volatilitas obligasi yang menyita perhatian investor untuk beralih disaat spekulasi ekuitas yang telah bubble pasca pemulihan harga tercepat dari krisis kesehatan tahun lalu.

Sedangkan mayoritas indeks saham Asia ditutup turun signifikan. Indeks NIKKEI (-2.13%), TOPIX (-1.04%), Hangseng (-2.15%) dan CSI300 (-3.15%) turun lebih dari sepersen mengiringi penurunan kontrak berjangka AS karena investor menunggu pernyataan ketua The Fed menyusul volatilitas obligasi.

Di sisi lain, Bursa Eropa mayoritas di tutup melemah. Indeks Eurostoxx (-0.21%), FTSE (-0.37%), DAX (-0.17%) turun dipimpin perusahaan pertambangan karena emas bertahan dilevel terendah sembilan bulan dan komoditas logam yang terkoreksi.

Sementara itu, kenaikan ekspektasi inflasi dunia dan biaya pinjaman jangka panjang memicu volatilitas obligasi dan meningkatkan kekhwatiran bahwa penguatan berkepanjangan pada pasar ekuitas saat ini mungkin memasuki fase jenuh.

Selanjutnya, investor menanti hasil pertemuan OPEC+ dan data ekonomi AS lain yakni pesanan pabrik dan tingkat pengangguran AS.

Adapun diperdagangan Jumat (05/3) pagi ini, Indeks Nikkei (-1.58%) dan TOPIX (-1.05%) dibuka turun lebih dari sepersen di akhir pekan ini setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell menahan diri dari mendorong kembali lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini dengan mengatakan bahwa ia akan "prihatin dengan kondisi yang tidak teratur".

Di sisi lain, beberapa investor melihat pergerakan suku bunga sebagai tanda kekuatan ekonomi, yang lain semakin khawatir tentang kenaikan inflasi dan dampak dari hasil yang lebih tinggi pada valuasi saham yang meningkat.

Dari komoditas, harga minyak WTI nak (+0.34%) melonjak setelah aliansi OPEC + mengejutkan para pedagang dengan keputusannya untuk mempertahankan produksi tidak berubah, menandakan pasar yang lebih ketat di bulan-bulan mendatang.

Adapun Bitcoin jatuh bersama asset berisiko lainnya.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi turun seiring dengan pelemahan bursa global akibat kekhawatiran tentang inflasi dan yield obligasi yang naik,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (05/3/2021).