ANALIS MARKET (09/3/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Terkonsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan Senin (08/3), IHSG ditutup melemah (-0.16%) atau turun 10.28 poin ke level 6248.46 dengan saham-saham di sector pertambangan (-2.69%) dan Konsumsi (-0.52%) turun memimpin pelemahan indeks sektoral. Harga tambang logam yang tinggi volatilitas akhir-akhirnya menggiring pelemahan saham-saham disektor tambang logam. Timah turun 0.27% dan Nikel turun 0.90% menjadi faktor utama. Investor terfokus pada sentimen global yang membuat sebagian besar ekuitas mengalami pelemahan. Naiknya yield obligasi di AS memicu adanya peningkatan biaya pinjaman sebagai signal pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Di sisi lain, diperdagangan kemarin (08/3), mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah. Indeks Nikkei (-0.42%), TOPIX (-0.14%), HangSeng (-1.90%) dan CSI300 (-3.47%) turun psimis diawal pekan mengiringi terkoreksinya indeks ekuitas berjangka AS. Imbal hasil treasury yang kembali naik lebih tinggi mengurangi optimisme atas rencana stimulus pandemic dan prospek suku bunga AS kedepan. Saham-saham teknologi turun dengan indeks CSI300 jatuh memimpin penurunan regional.

Sedangkan Bursa Eropa ditutup menguat (08/3). Indeks Eurostoxx (+2.55%), DAX (+3.31%) dan CAC40 (+2.08%) naik signifikan. Harga minyak WTI melonjak setelah Arab Saudi mengatakan terminal minyak mereka yang merupakan terbesar di Dunia mengalami serangan. Saham-saham pertambangan energy memimpin penguatan di Eropa. Pada saat yang sama, risiko inflasi dan biaya pinjaman jangka panjang yang lebih tinggi memicu kekhawatiran atas penilaian ekuitas, terutama untuk saham-saham berteknologi tinggi.

Selanjutnya, investor terfokus pada PDB Jepang akan dirilis hari ini, Selasa (09/3). Laporan persediaan minyak mentah EIA akan dirilis Rabu (10/3) dan Indeks harga konsumen AS Februari akan menawarkan tampilan terbaru pada hari Rabu (10/3). Dari dalam negeri, data pertumbuhan penjualan ritel dengan ekspektasi membaik akan dinanti investor domestik sebagai indikator pemulihan ekonomi nasional.

Adapun diperdagangan Selasa (09/3) pagi ini, ekuitas di Jepang membuka perdagangan dengan bervariasi. Indeks Nikkei (-0.32%) turun, sementara Topix (+0.07%) naik tipis.

Risiko yang terkait dengan kenaikan imbal hasil obligasi tetap ada, dengan patokan AS diperdagangkan sekitar level tertinggi 12 bulan di tengah kekhawatiran bahwa program bantuan pemerintah dapat mendorong ekonomi ke dalam keadaan over drive dan memicu inflasi. Investor juga mempertanyakan apakah penilaian ekuitas menjadi berlebihan, terutama di saham teknologi.

Dari komoditas, harga minyak WTI terkoreksi 0.31%. Sementara harga CPO naik lebih dari 3%. Adapun produsen CPO mendapatkan sentimen positif dari Swiss yang mengizinkan dan memberikan pembebasan bea masuk atas eskpor CPO dari Indonesia.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi ditengah risiko tentang imbal hasil obligasi, maupun kekhawatiran peningkatan inflasi,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (09/3/2021).