ANALIS MARKET (28/10/2021) : IHSG Berpotensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (27/10) IHSG melemah (-0,82%) disebabkan karena investor melakukan profit taking, inline dengan pelemahan yang terjadi di bursa regional Asia. Bursa-bursa di Asia terutama untuk sektor teknologi diperdagangkan kurang bergairah di tengah ketegangan antara AS karena Komisi Komunikasi Federal AS, memberikan suara pada hari Selasa untuk membatalkan izin China Telecom untuk beroperasi di AS. Disamping itu, pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh kekhawatiran investor menjelang bulan November dimana akan terjadi aksi tapering oleh AS. Secara sektoral, pelemahan IHSG dipimpin oleh sector non-siklikal (-1.39%), keuangan (-1,23%), dan energi (-1,04%), dan tertahan oleh penguatan saham sektor siklikal (+0,92%) dan kesehatan (+0,58%). Di tengah pelemahan indeks, investor asing masih mencatatkan transaksi net buy sebesar Rp 223,65 miliar, dan saham yang paling banyak dikumpulkan asing adalah: KLBF, BMRI, BBNI.

Di sisi lain, mayoritas saham AS jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (27/10) waktu setempat dengan saham emiten kecil memimpin penguatan. Hal ini disebabkan karena kembali naiknya bond yield dari treasury AS. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average turun setelah mencatat rekor tertinggi pada penutupan Selasa (26/10/2021). Nasdaq yang sarat teknologi mencetak rekor intraday sebelum ditutup hampir di zona hijau dengan reli saham induk Google Alphabet Inc., Amazon.com Inc. dan Tesla Inc. Investor pada Kamis waktu setempat akan menerima lebih banyak laporan laba emiten, serta beberapa data ekonomi utama termasuk perkiraan pertama produk domestik bruto (PDB) kuartal ketiga AS dan klaim pengangguran mingguan. Laporan PDB diperkirakan menunjukkan ekonomi melambat untuk berkembang pada tingkat paling lambat dalam lebih dari satu tahun selama Juli hingga September, dengan varian Delta dan kendala sisi penawaran membatasi aktivitas ekonomi.

Sementara itu, indeks Jepang pada perdagangan Kamis (28/10) pagi ini, hingga laporan ditulis mengalami pelemahan yang cukup dalam, indeks Nikkei turun -1,17%, namun indeks Korea KOSPI mengalami penguatan sebesar +0,15%. Mayoritas bursa Asia diperkirakan akan bergerak negatif, dikarenakan sentimen dari berlanjutnya krisis likuiditas perusahaan properti China dan kenaikan kasus penderita covid-19 di China. Dari China, sentimen negatif muncul setelah satu lagi perusahaan properti kesulitan membayar kewajibannya, menyusul Evergrande Group, Fantasia Holdings dan Sinic Holdings, yakni Modern Land. Reuters mengabarkan bahwa emiten bursa Hong Kong tersebut telah melewatkan pembayaran kupon obligasi, menambah kekhawatiran tentang dampak yang lebih luas dari krisis utang di sektor properti China.

“IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini karena terlihat tidak mampu menembus keatas level resistance psikologisnya di level 6700. Sementara itu, pertumbuhan tingkat investasi langsung dari asing yang dikabarkan oleh BKPM kemarin memperlihatkan hasil yang melemah sebesar -2,7%,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (28/10/2021).