ANALIS MARKET (05/01/2021) : Sentimen Data Inflasi Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam sentiment menjadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Selasa (05/1/2021), antara lain;

1.Badan Pusat Statistik (BPS) memberi sinyal bahwa daya beli masyarakat mulai membaik karena indikator inflasi komponen inti tercatat positif 0,05% pada Desember 2020. Sementara itu, inflasi pada Desember 2020 secara bulanan (month to month/mtm) tercatat 0,45% dan inflasi sepanjang 2020 mencapai 1,68%, terendah sejak BPS mulai mendata inflasi pada 1966.

2.Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah deraan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Bank Indonesia (BI) akan tetap berada di pasar perdana lelang SBN hingga akhir 2021. Bank sentral tetap mengambil bagian dalam burden sharing dengan pemerintah agar APBN tetap andal, mendapatkan kepercayaan pasar, dan pemulihan ekonomi dapat berjalan sukses.

3.Setelah mempertahankan perusahaan-perusahaan milik negara yang tidak efisien, saat ini Tiongkok membiarkan perusahaan milik negara yang tidak efisien tersebut untuk bangkrut, dengan default obligasi naik ke rekor US$ 30 miliar pada tahun 2020. Pengawasan dan hukuman lembaga pemeringkat kredit meningkat, sementara bursa domestik menghapus pencatatan setidaknya 16 saham sepanjang 2020. Untuk perusahaan China yang terdaftar di AS, New York Stock Exchange mengatakan akan menghapus tiga perusahaan milik negara tirai bambu tersebut.

4.Dari AS, anggota parlemen Republik di Washington terpecah belah atas upaya Presiden Donald Trump untuk membujuk Kongres membatalkan kekalahan pemilihannya kembali, ketika sekutunya berdebat dengan kaum konservatif yang mengatakan Konstitusi tidak memberi mereka kekuatan untuk mengganti pemilih. Trump semakin memperburuk suasana setelah dia meminta negara bagian Georgia pada hari Sabtu untuk “menemukan” hampir 12.000 suara yang dia perlukan untuk mengatasi kemenangan Presiden terpilih Joe Biden di negara bagian itu.

5.Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.078,3. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini melemah 0,04% dan Brent menguat 0,02%.

6.Diperdagangan Selasa (05/1) pagi ini, Nikkei 225 naik 0,47%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,08%, 0,06%, dan 0,25%.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Selasa (05/01/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.