ANALIS MARKET (07/01/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam sentiment menjadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Kamis (07/1), antara lain;

1.Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga akan mengumumkan keadaan darurat pada Kamis (7/1), sebagai upaya membendung infeksi virus corona yang mencapai rekor tertinggi. Deklarasi tersebut akan mencakup ibu kota dan prefektur sekitar Kanagawa, Saitama dan Chiba, dan kemungkinan akan berlaku mulai Jumat (8/1), menurut media domestik. Pembatasan bisa berlangsung berbulan-bulan, dengan penasihat pemerintah dan kritikus strateginya menyerukan langkah-langkah yang lebih luas daripada proposal saat ini.

2.Pejabat senior AS sedang memperdebatkan apakah akan melarang investasi di Alibaba dan Tencent, berpotensi memperluas daftar hitam Wall Street yang telah merugikan pemegang saham miliaran dolar. Di sisi lain NYSE menunjukkan sikap tidak konsisten dengan akan tetap menghapus 3 perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok. Hal ini menjadikan NYSE telah 2 kali berbalik arah setelah sebelumnya mencabut keputusan penghapusan 3 perusahaan tersebut. Pada Rabu (6/1), NYSE kembali menyatakan akan men-delisting saham tiga perusahaan tersebut dengan alasan ada arahan baru dari pemerintah Amerika Serikat (AS).

3.Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjamin anggaran untuk vaksinasi gratis bagi seluruh penduduk Indonesia tersedia dalam kas negara. Demikian pula anggaran untuk bantuan sosial dan pemulihan ekonomi. Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga kembali merevisi alokasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) tahun 2021 menjadi Rp 403,9 triliun. Ini naik Rp 31,6 triliun dari pagu yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 372,3 triliun.

4.Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan kegiatan atau mobilitas masyarakat selama kurun 11-25 Januari 2021, guna menekan laju peningkatan kasus penularan Covid-19 di Tanah Air. Melalui sejumlah langkah pengaturan kembali, pada tahap awal, pembatasan tersebut diberlakukan di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

5.Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 13.895,0, menguat. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini melemah 0,08% sedangkan Brent menguat 0,04%.

6.Diperdagangan Kamis (07/1) pagi ini, Nikkei 225 dibuka menguat 1,38% dan Kospi juga naik 1,16%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones dan S&P 500 turun masing-masing sebesar 0,03%, sedangkan Nasdaq naik sebesar 0,01%.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Kamis (07/01/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.