ANALIS MARKET (13/01/2021) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, ternyata memang sulit kalau tanpa kehadiran Bank Indonesia di pasar yang melakukan banyak hal untuk pasar obligasi.

Total penawaran yang masuk terus terang membuat kami cukup kecewa, karena di awal tahun dan merupakan lelang sukuk pertama kali di tahun ini.

Setelah sebelumnya lelang obligasi konvensional gegap gempita, kali ini lelang obligasi sukuk suram temaram.

Namun dengan total penawaran yang masuk di atas Rp 20 T, tentu menjadi salah satu hal yang patut kita syukuri.

Namun situasi dan kondisi saat ini yang memang belum ada peminat di pasar obligasi, memang membuat imbal hasil obligasi 10y terus mengalami kenaikkan karena di tinggal oleh peminatnya dan beralih ke dalam pasar saham.

Memang sesuatu yang wajar, karena ketika perekonomian pulih, saham tentu merupakan salah satu investasi yang akan menjadi prioritas.

Sebelumnya mungkin kalau kita lihat, masih banyak rasa was was yang beredar di pasar bahwa ternyata ekspektasi dan harapan mungkin tidak akan seindah yang dibayangkan.

Namun perlahan tapi pasti, pembuktian akan ekspektasi dan harapan itu tidak sia sia. Pemulihan itu kian nyata dengan kehadiran vaksin yang diberikan oleh pemerintah hari ini.

Meskipun tingkat efektivitasnya tidak di atas 90%, namun vaksin tersebut tentu sudah dapat diberikan kepada masyarakat untuk dapat mengurangi dampak penyebaran wabah virus corona.

Hari ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia bahwa pemulihan ekonomi kian teramini. Namun apabila masyarakat membutuhkan vaksin yang memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi, dapat menunggu kuartal ke 2 dan 3 dimana vaksin dari AstraZanecca dan Pfizer akan hadir di pasar.

Saat ini, Sinovac juga bukan vaksin semata, namun vaksin yang bernama harapan.

Namun ditengah pemulihan perekonomian, saham memang menjadi pilihan, lantas akan kemanakah pasar obligasi? Apakah akan dtinggalkan karena tidak memberikan harapan akan imbal hasil yang lebih besar? Tidak, pasar obligasi masih akan memiliki penggemar setianya sendiri.

Dengan nilai resiko yang lebih rendah, namun memberikan kepastian investasi yang lebih pasti tentu membuat pelaku pasar dan investor tetap harus memiliki portfolio obligasi.

Apalagi saat ini imbal hasil obligasi 10y sudah berada di atas 6.2%, sehingga tentu ini menjadikannya sebuah peluang bagi para pelaku pasar dan investor untuk dapat membeli di harga murah.

Saat ini fokusnya tentu akan tertuju kepada pertemuan Bank Indonesia pada tanggal 21 January mendatang, namun sebelum itu pertemuan Bank Sentral Malaysia pada tanggal 20 January akan menjadi cerita tersendiri.

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Rabu (13/01) pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

“Kami merekomendasikan jual,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (13/01/2021).

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.MALAYSIA DALAM BAHAYA

Wah judulnya membuat rasa was was ya pemirsa! Ada apa sebenarnya yang terjadi di Malaysia? Saat ini Raja Malaysia telah memberikan pengumuman terkait dengan keadaan darurat nasional untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir yang dimana pengumuman tersebut menangguhkan langkah parlement untuk pertama kalinya sejak tahun 1969. Keputusan darurat tersebut tentu memberikan kesempatan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk menangani kenaikkan kasus wabah virus corona Covid 19. Sontak akibat pengumuman tersebut, mata uang Ringgit dan Indeks Malaysia langsung terkapar setelah pengumuman tersebut. Muhyiddin juga resmi memberlakukan penguncian ketat selama 2 minggu di sebagian besar daerah mulai hari ini. Terakhir kali Malaysia melakukan pengumuman darurat nasional pada tahun 1969 dimana saat itu ada kerusuhan mengenai masalah etnis Melayu dan Tionghoa yang dimana menyebabkan ditangguhkannya parlement selama 2 tahun. Sebuah komite independent akan dibentuk hingga 1 August untuk memberikan informasi kepada Raja terkait dengan situasi dan kondisi yang berlangsung ditengah keadaan darurat tersebut. Perdana Menteri juga akan langsung menyiapkan protocol untuk mengatur harga supaya tidak terjadi sabotase ekonomi ditengah situasi dan kondisi darurat yang saat ini berlaku. Pemilihan politik akan diadakan setelah komite independent menyatakan bahwa penyebaran wabah virus corona bisa dikendalikan dan dikatakan aman untuk masyarakat mengikuti pemilihan. Raja menyampaikan dapat pengumumannya bahwa saat ini Malaysia tetap terbuka dalam berbisnis. Pengumuman darurat ini disampaikan agar Malaysia mendapatkan ketenangan dan stabilitas dalam menghadapi masa masa sulit yang dimana memberikan kesempatan yang lebih besar kepada Malaysia untuk dapat focus terhadap pemulihan dan regenerasi ekonomi. Tentu pengumuman Raja tersebut memberikan kesempatan kepada partai oposisi untuk mencari celah dengan mengatakan bahwa Perdana Menteri gagal mengendalikan penyebaran wabah virus corona dalam beberapa bulan terakhir, sehingga hal ini digunakan oleh Perdana Menteri sebagai alasan untuk mendapatkan tambahan waktu untuk dapat berkuasa. Kebijakan yang terus berubah, beberapa standar, dan ketidakmampuan menjadi salah satu penyebab kenaikkan kasus virus corona. Saat ini situasi dan kondisi keadaan darurat telah menunda pemilihan terkait dengan Perdana Menteri, yang dimana saat ini Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memiliki mayoritas meskipun tipis di dalam parlement sejak pengambilalihan kekuasaan. Atas pengumuman darurat tersebut, Fitch telah memangkas proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi Malaysia pada tahun 2021 dari sebelumnya 11.5% menjadi 10%. Apalagi ada potensi bahwa keadaan darurat tersebut akan lebih lama dari waktu yang ditetapkan. Tidak hanya tingkat pertumbuhan perekonomian yang dipangkas, namun Sovereign Rating Malaysia sebelumnya juga telah diturunkan pada awal December lalu. Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa lonjakan kenaikkan virus corona yang meningkat dan tidak ada tanda tanda penurunan dalam waktu dekat memberikan gambaran bahwa Malaysia harus bertindak lebih serius saat ini untuk menangani lonjakan kasus corona, agar dapat dilakukan tindakan yang lebih efisien dan efektif agar dapat memastikan bahwa pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih maksimal. Ini masih akan menjadi sebuah gambaran besar, bahwa betapa rapuhnya pasar saat ini namun berpacu dengan waktu oleh distribusi dan vaksinasi agar dapat mempertahankan ekspektasi dan harapan bahwa prospek pemulihan ekonomi akan terjadi tahun ini.

2.EUPHORIA! SESAAT ATAU SELAMANYA?

Menjelang distribusi vaksin pada tanggal 13 January 2020 menjadi sesuatu yang akan dicermati pelaku pasar dalam waktu dekat. Kekhawatiran pada masyarakat terkait efek samping dari vaksin yang juga telah dibantah oleh satgas imunisasi dewasa yang juga diperkuat dari hasil uji lab oleh BPOM. Pada tanggal 11 January, BPOM telah memberikan lampu hijau pada vaksin sinovac yang selama proes uji memiliki efek samping ringan dan sedang, sehingga vaksin tersebut dinyatakan aman. Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Prof Samsuridjal Djauzi mengatakan vaksin Covid-19 merupakan vaksin mati dimana virus yang sudah dilemahkan digunakan untuk membuat vaksin Covid-19. Prof Samsuridjal juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan dengan vaksin Covid-19. WHO telah menetapkan bahwa vaksin baru boleh digunakan apabila efektivitasnya di atas 50%. Berdasarkan uji lab dari BPOM, efikasi Sinovac di Indonesia mencapai 65.3% sedangkan di Brazil mencapai 78%, sehingga dengan hasil tersebut vaksin dinyatakan aman terhadap dampak dari vaksin tersebut. Dalam distribusinya, Menteri Kesehatan juga meminta peran swasta untuk dapat membantu proses distribusi vaksin. Dalam hal ini terkait angkutan logistic yang dilengkapi fasilitas pendingin dimana masalah distribusi vaksin corona dinilai cukup kompleks dari prediksi pemerintah sebelumnya. Indonesia sudah mengimpor 3 juta dosis vaksin corona produksi Sinovac, China dengan perincian sebanyak 1,2 juta dosis vaksin corona datang pada Minggu, 6 Desember 2020 lalu, dan 1,8 juta dosis pada Kamis, 31 Desember 2020. Lalu sebanyak 15 juta bahan baku vaksin corona dari China akan tiba segera pada tanggal 12 January 2021. Selanjutnya menyusul pada bulan Februari akan dating vaksin corona Gavi Covac yang atas nama kerjasama multilateral bisa didapatkan secara gratis. Katalis tersebut ikut menggerakan sebagian besar saham Farmasi yang saat ini telah berada di atas valuasi rata – rata industry. Meningkatnya demand terkait produk Kesehatan sejak tahun 2020 tentu memiliki dampak pada kenaikan dari kinerja keuangan, sehingga meskipun saat ini harga telah jauh berada di atas valuasinya, permintaan terhadap harga sahamnya dinilai masih cukup tinggi. Hal ini seiringan dengan permintaan yang masih tetap terjaga pada tahun 2021, selain itu kinerja keuangan pada tahun 2020 dinilai dapat menjadi trigger bagi kinerja sahamnya. Kami berharap untuk pelaku pasar dan investor harap berhati hati terkait dengan beberapa emiten yang harga sahamnya sudah berada di atas dari valuasinya, namun selama sentiment beritanya masih mengikuti, kami melihat kenaikkan harga saham tersebut dapat dijaga di area penguatan. Jangan greedy mungkin menjadi salah satu kunci untuk merealisasikan cuan apabila dirasa cukup. Cermati setiap sentiment yang ada, karena sekarang valuasi sentiment tampaknya masih akan dianggap sebagai salah satu sentiment yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap pasar.