ANALIS MARKET (31/1/2019) : Kebijakan The Fed Jadi Booster Bagi Pasar Modal Dalam Negeri, Baik Saham Maupun Obligasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (31/1/2019), menyoroti kebijakan The Fed yang dinilai dovish.

Meskipun sebenarnya bahwa hal ini telah diprediksi, namun tidak pernah The Fed merasa se-dovish ini.

Dalam pernyataannya, The Fed menyampaikan bahwa The Fed akan lebih bersabar dalam menaikkan tingkat suku bunga sembari menunggu data-data ekonomi.

Dalam kesempatan yang terpisah, The Fed juga menyampaikan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan rincian berbagai hal untuk menyelesaikan normalisasi neraca sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan yang terjadi. The Fed juga menyampaikan, bahwa mereka akan melihat kebutuhan untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih lanjut.

Dan bagi The Fed, “fokus kami adalah melihat inflasi, meskipun inflasi bukan satu satunya hal yang menjadi acuan, namun inflasi merupakan salah satu faktor yang penting.”

Dalam pertemuan sebelumnya, The Fed menyampaikan akan ada kenaikkan bertahap lebih lanjut dalam suku bunga, dan kata-kata ini tampaknya telah menghilang pada pernyataan The Fed kemarin (30/1).

Dalam pernyataannya, The Fed juga mengkomentari pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

The Fed telah memberikan apa yang diinginkan pasar, pernyataan yang dovish. Hal ini yang mendorong bursa saham Amerika menghijau, dan turunnya imbal hasil US Treasury.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, tentu hal ini akan memberikan booster bagi pasar modal dalam negeri, baik saham maupun obligasi.

“Namun kita juga harus memperhatikan, karena secara Fed Dot Plot, kenaikkan tingkat suku bunga pada tahun 2019 ini masih memiliki potensi untuk mengalami kenaikkan sebanyak 2x. Namun waktu terus berjalan, prediksi dan asumsi boleh saja dilakoni, namun apa yang terjadi nanti tidak ada yang mengetahui,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas.

Lebih lanjut riset juga menyebutkan, positifnya berita ini akan semakin lebih bagus lagi, apabila pertemuan antara Amerika dan China berlangsung baik. Tentu hal ini akan menjadi sesuatu hal yang akan ditunggu oleh pasar.

“Kami merekomendasikan beli hari ini, karena secara teknikal analisa, pasar obligasi sebetulnya hanya menunggu momentum untuk mengalami kenaikkan harga yang terjadi,” jelas analis Pilarmas Investindo Sekuritas.