ANALIS MARKET (19/01/2021) : Pasar Obligasi Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi seperti yang sudah kita duga ternyata mengalami penurunan secara harga menjelang lelang.

Namun demikian, seperti yang kita duga alasannya tentu saja adanya lelang yang diadakan hari ini, Selasa (19/01).

Dengan naiknya imbal hasil, tentu saja membuat pelaku pasar dan investor berkesempatan untuk mendapatkan obligasi dengan imbal hasil tertinggi.

Nah, hari ini lelang seperti biasa, lelang obligasi konvensional akan membuat pasar obligasi menjadi gegap gempita, dengan catatan bahwa asing juga bermain disini.

Kalau yang bermain hanya lokal, maka dapat diperkirakan Rupiah juga tidak bisa menguat signifikan.

Untuk membuat Rupiah menguat signifikan, dibutuhkanlah dana dari investor asing atau capital inflow yang masuk.

Seperti biasa, lelang hari ini akan dipenuhi oleh lirikan maut obligasi berdurasi jangka pendek, 5y dan 10y.

Namun obligasi 15y yang baru saja lahir akan membuat pelaku pasar dan investor memberikan perhatian lebih kepada obligasi ini.

Apabila ternyata ada capital inflow yang bermain hari ini, maka diperkirakan penguatan obligasi akan terjadi.

Namun itu semua kembali kepada keputusan investor asing itu sendiri, karena justru dalam beberapa hari terakhir pasar obligasi ditinggalkan pergi oleh pelaku pasar dan investor bule.

Ketidakyakinan akan perekonomian tahun ini membuat pelaku pasar dan investor masih berfikir ulang 2x sebelum masuk ke dalam pasar obligasi.

Saat ini perhatian pelaku pasar dan investor akan tertuju terhadap pelantikan Joe Biden, yang dimana pelantikan tersebut akan menjadi sebuah tonggak baru, awal yang baru bagi pemerintahan Amerika.

Tidak hanya bagi Amerika tapi juga bagi dunia. Tentu saja pidato pertama kali oleh Biden akan mencuri perhatian sejauh ini, untuk apa yang Biden akan lakukan kedepannya.

Dan tidak menutup kemungkinan, pidato tersebut akan mendorong capital inflow untuk masuk ke dalam pasar emerging market.

Sejauh ini, lelang kali ini akan menjadi sebuah kata sambutan sebelum lahirnya Ori terbaru di awal tahun ini.

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Selasa (19/01) pagi ini, pasar obligasi akan bergerak bervariatif dengan potensi menguat setelah lelang usai.

“Kami merekomendasikan ikuti lelang,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (19/01/2021).

Adapun cerita di hari Selasa ini akan kita awali dari;

1.YANG DIHARAPKAN DARI BIDEN

Om Joe Biden dipastikan akan naik sebagai Presiden pada hari ini waktu setempat dengan pidato yang dinantikan oleh masyarakat Amerika yang dimana Biden akan memberikan sebuah detail tentang bagaimana cara menguraikan permasalahan yang diwarisi oleh Presiden Trump. Mulai dari krisis kesehatan, dan perekonomian yang cukup berantakan, ditambah lagi Biden harus menyatukan kembali Amerika yang terpecah belah akibat sikap dan tindakan Trump di Capitol Hill. Biden harus berusaha memulihkan krisis kesehatan yang dimana Covid 19 telah memakan korban yang terinfeksi hingga ratusan ribu, ditambah dengan perekonomian yang mengalami penurunan ditambah dengan krisis politik terburuk sejak kasus Watergate silam. Pidato Biden akan menjadi sesuatu yang dinantikan oleh seluruh penjuru dunia untuk memberikan persatuan dan perubahan bagi Amerika dan dunia dibawah kepemimpinan Biden. Para pendukung Biden percaya bahwa Biden dapat menyatukan Amerika. Ini akan menjadi harapan bahwa Biden akan bekerja dengan sungguh sungguh dan membalikkan setiap situasi dan kondisi yang tengah carut marut sekarang ini. Pidato yang disampaikan oleh Biden akan menjadi salah satu pidato terpenting dalam karir politik Biden yang dimana dirinya ingin menunjukkan bahwa dengan kebijakan yang tepat diikuti dengan rasa hormat bagi bangsa Amerika, maka situasi dan kondisi akan menjadi lebih baik, jauh lebih baik sebelum pandemic. Kepala staf White House, Ron Klain mengatakan bahwa Biden akan menandatangani lebih banyak tindakan eksekutif pada hari pertama sebagai Presiden, dan sebagian besar merupakan penandatanganan untuk membatalkan segala yang buruk yang pernah diberlakukan oleh Trump. Pidato Biden sendiri akan membuat masyarakat ingin mengetahui, sosok Presiden yang dapat bertanggung jawab, yang dapat memberikan bantuan, dan yang memberikan harapan bahwa situasi dan kondisi akan menjadi lebih baik. Biden akan memberikan banyak hal tentang harapan di masa depan, karena itu merupakan sesuatu yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia. Dalam 100 hari Biden menjabat, Biden akan melakukan hal hal terkait dengan stimulus, virus dan vaksinasi, pertemuan kongres, hubungan internasional antara Amerika dengan negara lainnya, dan perubahan iklim. Dan yang paling dinantikan tentu saja sosok Menteri Keuangan yang akan hadir pada hari Selasa waktu setempat pukul 10 pagi yang dimana akan menampilkan topik mengenai kebijakan Valuta asing hingga pajak yang dimana sosok tersebut akan mencuri perhatian, siapa lagi kalau bukan Janet Yellen. Yellen diperkirakan akan memamparkan rencana kerjanya terkait dengan kenaikkan upah minimum dan berbagai program stimulus lainnya. Ditengah tekanan perekonomian terhadap masyarakat Amerika, Yellen diharapkan dapat membuat terobosan rencana kerja yang memiliki dampak jangka pendek sesegera mungkin. Koordinasi antara Yellen dengan The Fed juga patut dinantikan, karena sedikit banyak, antara Yellen dengan Powell memiliki persamaan pola pikir yang akan membantu konsep stimulus dan pemulihan ekonomi yang sesuai dimasa yang akan datang.

2.CHINA SEMAKIN KUAT

Ditengah tekanan yang diberikan oleh Amerika terhadap China, namun tak sedikitpun China gentar. Hal tersebut dibuktikan dengan perekonomian China kembali ke jalan yang sesungguhnya, dimana perekonomiannya kembali ke level sebelum pandemic terjadi pada kuartal ke 4 silam. Hal tersebut didorong oleh kenaikkan industry yang dimana memenuhi permintaan dari ekspor yang mengalami kenaikkan secara global. Tingkat pertumbuhan ekonomi China mengalami lompatan yang begitu luar biasa, dari sebelumnya 4.9% menjadi 6.5%. Sehingga membuat tingkat pertumbuhan ekonomi China pada tahun 2020 menjadi 2.3%. Hal tersebut tentu saja mendorong pertumbuhan perekonomian China untuk dapat melebihi tingkat pertumbuhan Amerika lebih cepat dari sebelumnya. Ini baru pemulihan dengan kurva V Shaped! Dashyat pemirsa, meskipun sampai dengan hari ini China terus mendapatkan tekanan namun mereka tidak gentar dan membuktikan kepada Amerika dengan prestasi yang nyata. Pertumbuhan semakin cepat karena adanya kebutuhkan permintaan peralatan medis dan perangkat kerja untuk bekerja dari rumah. Dalam masker pun, China mengirimkan 224 miliar masker sejak bulan Maret – December 2020 lalu di seluruh penjuru dunia, dan sebagai informasi angka tersebut di luar dari kebutuhan masker di China. Meskipun demikian, kebangkitan China tidak serta merta tanpa pengorbanan. China memiliki porsi konsumsi daya beli masyarakat yang cukup mengalami ketinggalan karena masyarakat China mengurangi konsumsi untuk menjaga agar dapat hidup sehari hari sehingga hal tersebut membuat kesenjangan semakin melebar. Belum membaiknya upah tenaga kerja jauh sebelum pandemic pun menjadi salah satu penyebabnya. Sejauh ini permintaan domestic masih belum pulih, namun sebagai informasi Presiden Xi sudah menekankan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, China akan bergantung terhadap konsumsi domestic untuk menopang pertumbuhan perekonomiannya dengan menerapkan dual circulation. Stimulus untuk mendukung pertekonomian juga diikuti dengan kenaikkan tingkat utang yang saat ini justru menjadi batu sandungan kedepannya apabila tidak segera diatasi. Meskipun kami melihat bahwa selama utang menghasilkan hal yang produktif, tentu akan menjadi salah satu tolok ukur yang positive. Pemulihan perekonomian China yang sedemikian cepat, justru akan semakin memberikan kesempatan China lebih cepat untuk menjadi perekonomian No. 1 di dunia. Market share dari China yang mengalami kenaikkan akan menjadikan China memiliki pangsa ekonomi terbesar di dunia. Sejauh ini beberapa proyeksi mengatakan bahwa China dapat menyentuh tingkat pertumbuhan setinggi 8.2% tahun ini. Dan China juga menjadi satu-satunya negara yang mengalami pertumbuhan pada tahun lalu, dan hal tersebut sebagai bukti bahwa mereka mampu menangani pandemic dengan baik. Hal yang harus kita perhatikan adalah, tahun ini merupakan tahun dimana Presiden Xi akan memulai rencana blue print-nya dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, ditengah fase pemulihan ekonomi dunia, China tidak kehilangan semangat untuk tetap mengandalkan konsumsi dalam negeri, alih alih dunia sedang kehilangan konsumsinya. Hal ini yang membuat China akan mampu melewati tahun 2021 ini dengan baik apabila semua sesuai dengan yang direncanakan oleh Presiden Xi. Beberapa hal yang juga menjadi perhatian adalah, mendorong konsumsi masyarakat, meningkatkan kebijakan konsumsi dan lingkungan, dan mendorong pertumbuhan konsumsi di masa yang akan datang. Maka dari itu, pertumbuhan ekonomi 8.2% pun bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Namun sedikit catatan kecil, angka tersebut dapat dicapai dengan asumsi bahwa China dapat mengendalikan letupan letupan kecil penyebaran Covid 19 sehingga tidak memberikan dampak terhadap penguncian atau lockdown kembali. Dan catatan kecil yang terakhir tentu saja datang dari tekanan yang diberikan oleh Amerika kepada China. Meskipun sebetulnya Presiden Trump akan turun dalam waktu dekat, dan digantikan oleh Joe Biden. Sosok pria ini menjadi salah satu yang diharapkan apakah dapat mengubah hubungan antara Amerika dengan China, karena diharapkan dapat membawa stabilitas. Well, hanya waktu yang mampu menjawabnya pemirsa, karena itu semua membutuhkan waktu meskipun China tidak mau terlalu banyak berharap bahwa kehadiran Biden mampu membawa perubahan.