ANALIS MARKET (15/10/2020) : Pasar Diperkirakan Mixed Dengan Kecenderungan Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam sentiment menjadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Kamis (15/10), antara lain;

1.Pemerintah Indonesia telah mengamankan 100 juta dosis kandidat vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca. Kesepakatan itu diperoleh dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan pimpinan perusahaan AstraZeneca di London, Inggris. Rencananya, pengiriman tahap pertama vaksin dari AstraZeneca dimulai pada semester pertama 2021. Dengan demikian, saat ini Indonesia telah menjalin kerja sama dengan empat perusahaan farmasi dalam pengadaan vaksin Covid-19, yakni perusahaan farmasi asal Cina Sinovac, Cansino, dan Sinopharm serta AstraZeneca.

2.G20 pada hari Rabu (14/10) menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, dan berjanji untuk melakukan apa pun untuk mendukung ekonomi global dan stabilitas keuangan. Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral juga setuju untuk pertama kalinya tentang kerangka dasar untuk menggunakan pendekatan “kasus per kasus” terhadap peningkatan jumlah negara berpenghasilan rendah yang menghadapi kesulitan hutang. Pejabat G20 juga setuju untuk memperpanjang enam bulan Debt Service Suspension Initiative (DSSI) yang membekukan pembayaran utang bilateral resmi hingga akhir tahun, dan mengatakan mereka akan mempertimbangkan perpanjangan enam bulan lagi pada bulan April.

3.Diperdagangan Kamis (15/10) pagi ini, indeks Nikkei 225 dibuka melemah sebesar 0,36%, dan Kospi juga melemah sebesar 0,28% pada 10 menit perdagangan. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat tercatat menguat tipis. Dow Jones & S&P 500 menguat masing-masing sebesar 0,03% dan 0,04%. Sedangkan indeks futures Nasdaq turun sebesar 0,19%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pasar diperkirakan mixed dengan kecenderungan melemah akibat sentimen negatif dari pasar global,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Kamis (15/10/2020).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.