ANALIS MARKET (25/6/2019) : Sentimen Neraca Dagang yang Surplus Bisa Jadi Penggerak Pasar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (24/6), IHSG ditutup melemah, ditekan oleh sektor perbankan dan infrastruktur.

Sektor perdagangan yang menjadi JCI’s Top Losers, yaitu: Basic Industry (-1.0%), Misc. Industry (-0.8%), dan Infrastructure (-0.7%).

Sedangkan INNI Index ditutup melemah 0,76%—senada dengan kinerja IHSG—karena ditekan oleh penurunan saham di sektor perdagangan seperti RALS (-3,7%) dan MAPI (-3,1%)

Riset juga menyebutkan, diperdagangan kemarin (24/6), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp101 miliar. Subsektor otomotif menerima net sell terbesar hingga Rp76 miliar.

Dari sisi global, pasokan minyak dunia berpeluang terancam karena meningkatnya tensi perang dagang AS dan Iran, terlebih seperlima pasokan minyak global melewati wilayah Iran.

Sengketa dagang AS dan Iran memungkinkan harga minyak dunia masuki tren penguatan—katalis negatif karena memperlebar neraca dagang Indonesia yang merupakan importir minyak.

Selain itu, investor domestik mencatatkan net sell di subsektor perbankan sebesar Rp104 miliar dan subsektor perdagangan sebesar Rp14 miliar.

Sementara itu, Dow Jones ditutup menguat tipis 0,03% ke level 26.727 .

Dari sisi domestik, neraca perdagangan pada bulan Mei 2019 tercatat surplus US$210 juta, dengan ekspor sebesar US$14,74 miliar (turun 8,99% y-y) dan impor sebesar US$14,53 miliar (turun 17,71% y-y). Selain itu, rupiah tercatat menguat tipis imbas dari surplus neraca dagang.

“Pelaku pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil pertemuan G20 pada akhir pekan ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (25/6/2019).