ANALIS MARKET (16/7/2018) : Rupiah Berpotensi Menguat Didorong Sentimen Rilis Neraca Perdagangan Indonesia

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik terlihat dari sebagian besar indeks di bursa Asia tercatat ‘hijau’ terbantu degan naiknya indeks di bursa global akhir pekan lalu, walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Sementara pergerakan rupiah hari ini kemungkinan menguat dipengaruhi oleh pengumuman neraca perdagangan Indonesia yang kemugkinan surplus sebagaimana prediksi Bank Indonesia (BI).

“Rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp.14.350 s.d Rp.14.370 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Senin (16/7/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan bahwa BI proyeksikan neraca perdagangan pada Juni 2018 akan tercatat surplus sebesar US$1 miliar, tetapi secara keseluruhan di triwulan ke-2, diperkirakan defisit sebesar US$2,15 miliar.

“Potensi defisit ini membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi pada Q2-2018 diperkirakan dibawah 5,2% yoy, kendati konsumsi rumah tangga menunjukkan penguatan, ditambah sinyal investasi yang kemungkinan melambat di Q2-2018,” terang Lana.

Sementara dari eksternal, indeks sentimen konsumen dari University of Michigan untuk bulan Juli tercatat turun, terendah dalam 6 bulan teerakhir karena konsumen mengkawatirkan perang dagang AS.

Konsumen masih meyakini penguatan di pasar tenaga kerja dan naiknya pendapatan, sehingga indeks sentimen ekspektasi terhadap perekonomian mendatang juga masih naik.