ANALIS MARKET (14/6/2019) : Kondisi Cadangan Devisa Indonesia yang Makin Kurus Diproyeksi Jadi Sentimen Penggerak Pasar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (13/6), IHSG ditutup melemah tipis, tertekan oleh sektor perbankan dan konsumer.

Adapun sector perdagangan yang menjadi JCI’s Top Losers, yaitu: Agriculture (-0.6%), Finance (-0.4%), dan Basic Industry (-0.3%).

Sedangkan INNI Index melemah 0,74%, dirundung penurunan saham sektor ritel, seperti RALS (-6,0%) dan LPPF (-3,8%). Kinerja penjualan sektor ritel pada Lebaran 2019 yang tidak lebih baik dari 2018 menjadi biang keladi penurunan sektor ritel.

Lebih lanjut riset menyebutkan, diperdagangan kemarin (13/6), JCI melempem lataran banjir net sell asing Rp696 miliar.

Sektor perbankan terseok karena mencatatkan net sell asing terbesar Rp491 miliar. Aksi kabur dana asing dipicu oleh depresiasi rupiah.

Sangat disayangkan data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2019 yang menguat ke 128,2 nyatanya belum cukup ampuh melecut langkah IHSG ke zona hijau.

Adapun Investor domestik pun mengambil aksi net sell Rp28 miliar dari sektor infrastruktur dan Rp6 miliar dari sektor aneka industri.

Sementara itu, di bursa Wall Street, Dow Jones ditutup menguat 0,39% ke level 26.106 seiring dengan adanya kenaikan harga minyak WTI yang menguat 2,23% ke US$ 52,28 per barel setelah adanya serangan ke kapal tanker minyak di Teluk Oman. Hal ini menjadi pendorong penguatan saham-saham sektor energi.

Adapun dari sisi domestik, cadangan devisa periode Mei 2019 tercatat berada di angka US$120,3 miliar atau menurun hingga US$4 miliar jika dibandingkan dengan posisi pada April 2019.

Penyebab turunnya cadangan devisa dikarenakan tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Kondisi ini kemungkinan jadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (14/6/2019).