ANALIS MARKET (23/5/2019) : Pelaku Pasar Masih Mencermati Sentimen Domestik Terkait Kerusuhan 22 Mei

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (22/5), IHSG melempem karena memanasnya kondisi politik.

Adapun sector perdagangan yang menjadi JCI’s Top Losers, yaitu: Infrastructure (-0.9%), Consumer (-0.4%), dan Agriculture (-0.4%).

Belawanan dengan kinerja IHSG, INNI Index pada Rabu (22/05) ditutup menguat 0,42%, ditopang oleh saham-saham pertambangan, seperti; INCO (+2,4%) dan PTBA (+1,4%).

Lebih lanjut, riset juga menyebutkan, diperdagangan kemarin (23/5), IHSG dibanjiri aliran dana asing sebesar Rp702 miliar.

Transaksi saham di pasar negosiasi PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) yang mencapai Rp933 miliar menyebabkan banjir dana asing di IHSG. Transaksi tersebut merupakan penawaran lelang dari produsen ban asal Prancis, Compagnie Générale Des Etablissements Michelin.

Selain itu, IHSG pun dibanjiri aliran dana domestik di sektor perbankan sebesar Rp95 miliar dan sektor konsumer sebesar Rp75 miliar.

Disisi lain, Dow Jones ditutup melemah 0,39% ke level 25.776 ditekan oleh penurunan saham Qualcomm (-10,9%) setelah hakim AS memutuskan bahwa perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli.

Selain itu, belum ada rencana mengenai negosiasi perang dagang antara AS dan Tiongkok sehingga hal ini menurunkan harapan pelaku pasar akan penyelesaian perang dangang dapat tercapai dalam waktu dekat.

“Adapun pelaku pasar masih mencermati sentiment domestik, terkait kericuhan demo 22 Mei yang memantik kekhawatiran pelaku pasar atas stabilitas politik Indonesia. Demo ini merupakan wujud penolakan sejumlah kelompok masyarakat atas kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin,” jelas analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (23/5/2019).