ANALIS MARKET (08/10/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Kembali Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi pada akhirnya setelah mengalami penguatan, ketika menyentuh resistensi ternyata penguatannya masih belum cukup kuat untuk bisa melewati titik tersebut.

Alhasil, penguatan yang sebelumnya telah terjadi, justru malah berbalik arah menjadi pelemahan, dan berpotensi untuk melemah lebih dalam hari ini.

Cukup banyak sebetulnya alasan alasan pasar obligasi untuk mengalami pelemahan, selain data cadangan devisa yang menurun, adanya lelang SUN yang diadakan esok seperti yang sudah pernah kita bahas sebelumnya ternyata juga menjadi salah satu alasan pasar obligasi melemah sehingga para pelaku pasar dan investor dapat meminta imbal hasil yang lebih tinggi.

Fokus berikutnya adalah, mengikuti lelang hari ini yang dimana akan terfokus terhadap obligasi jangka pendek hingga menengah, sehingga volatilitas pasar dapat dikurangi.

Adapun sentiment yang menjadi sorotan pelaku pasar pada hari ini, adalah sebagai berikut;

Para pejabat China kemarin memberikan signal bahwa China semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan yang lebih luas bersama Amerika, menjelang pertemuan yang akan diadakan pada pekan ini (10 – 11 October).

Baik dari Amerika maupun dari China kami melihat keduanya sama saja memantik tensi yang menjulang naik ke atas menjelang pertemuan nanti.

Dalam pertemuan dengan delegasi Amerika di Beijing dalam beberapa pekan terakhir, pejabat senior China telah mengindikasikan berbagai topik yang mereka ingin diskusikan telah mengecil menjadi beberapa hal.

Wakil Perdana Menteri Liu He sekali lagi menegaskan sebelum melakukan kunjungan ke Amerika bahwa Liu He tidak membawa tawaran apapun ke Washington yang berhubungan dengan mereformasi kebijakan industry China atau subsidi Pemerintah yang selama ini telah menjadi target pengaduan Amerika.

Kami melihat bahwa saat ini China mulai berkomitmen, sama dengan seperti yang disampaikan dahulu sebelum ini bahwa China tidak akan merevisi undang undangnya hanya untuk mendapatkan kesepakatan dengan Amerika.

Dengan adanya impeachment Trump, kami melihat justru China akan lebih bersabar dalam menghadapi perang dingin ini. Karena memang dari pihak China sendiri, mereka lebih suka menunggu Pemilu di Amerika usai dengan berharap Trump tidak akan terpilih kembali.

Dari sisi Amerika, ternyata mereka cukup berharap banyak bahwa pertemuan yang akan diadakan pekan ini harus berusaha untuk mendiskusikan hal hal yang berhubungan dengan transfer teknologi secara paksa, hak kekayaan intelektual, layanan, hambatan non tarif, pertanian, dan penegakan hukum.

Trump mengatakan bahwa Dia memiliki moment yang baik bersama China, dan juga memiliki moment yang buruk bersama China. Saat ini kami semua berada ditahap yang sangat penting dalam hal membuat kesepakatan.

Negosiasi akan menjadi sangat sulit, tapi jika ternyata kesepakatan itu tidak membuat kami menjadi lebih baik, maka kami tidak berhasil membuat kesepakatan.

Diskusi pada pertemuan nanti akan berkisar terhadap pembelian skala besar ekspor pertanian dan energi Amerika oleh China, kemudian mengimplementasikan komitmen kebijakan hak kekayaan intelektual. Kedua hal ini merupakan agenda penting bagi Amerika, karena ujung ujungnya tetap Amerika menginginkan China untuk membeli produk dari Amerika untuk mengurangi deficit perdagangan. Harapan dari Amerika yang paling besar adalah bahwa China setuju untuk mengubah Undang Undangnya terkait dengan bisnis, agar pasar asing, khususnya Amerika bisa masuk ke dalam industry di China.

Di satu sisi kami melihat bahwa sebetulnya baik Amerika dan China sebetulnya membutuhkan kesepakatan kecil untuk memulai segala kesepakatan yang besar.

Karena kesepakatan kecil ini mencerminkan komitmen dari kedua belah pihak untuk bisa mendapatkan jalan keluar dari eskalasi perang dagang yang setiap hari semakin kian tidak menentu.

“Kami merekomendasikan wait and see hari ini. Ikuti lelang, karena hal ini akan membantu mendapatkan obligasi dengan harga murah,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (08/10/2019).