ANALIS MARKET (09/10/2019) : Pasar Obligasi Masih Direkomendasikan 'Wait and See'

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi melanjutkan pelemahan kembali seperti hari sebelumnya ditengah tengah sentiment negative yang terus kembali berdatangan.

Pasar obligasi meskipun memiliki tingkat volatilitas yang baik, namun rentang pergerakan yang minim menjadi hambatan bagi investor untuk masuk ke dalam pasar obligasi.

Apakah masih ada peluang untuk mengalami penguatan? Tentu, peluang itu ada, namun tampaknya dengan banyaknya sentiment yang ada, kami melihat bahwa peluang untuk turun terlihat lebih besar pada pekan ini.

Adapun sentiment yang menjadi sorotan pelaku pasar hari ini akan dimulai dari ;

1.US Menambahkan 28 Perusahaan dan Agensi baru ke dalam daftar hitam.

Department Perdagangan Amerika kembali menambahkan 28 Perusahaan China untuk masuk ke dalam daftar blacklist Amerika yang dilarang melakukan bisnis di Amerika dengan focus utamanya terhadap Perusahaan yang berspesialisasi dalam bidang Artificial Intelligence, machine learning dan pengawasan digital. Badan Intelijen Amerika mengatakan bahwa apabila Amerika memberikan izin terhadap alat alat China dalam membangun infrastruktur di Amerika, hal itu justru akan melemahkan kemampuan Amerika untuk mempertahankan diri. Alasan lain dimasukkanya 28 Perusahaan China ke dalam daftar blaclist karena adanya masalah hak asasi manusia yang telah terjadi di Xinjiang, China. Namun disatu sisi hal ini akan membuat tensi pertemuan antara Amerika dan China yang berlangsung pada pekan ini akan menjadi panas. Dan China tidak akan tinggal diam melihat perusahaannya kembali di masukkan dalam daftar blacklist Amerika. Juru bicara Kementrian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi perkembangan tersebut, khususnya terkait dengan tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap minoritas Muslim di China. Geng Shuang juga mengatakan bahwa pihaknya mendesak Amerika untuk segera memperbaiki kesalahannya, menarik keputusan yang relevan dan berhenti untuk mencampuri urusan dalam Negeri China. Sekali lagi China mengatakan bahwa China akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan rakyat China. Akan tensi yang meningkat tiba tiba, membuat Liu He untuk mempersingkat rencana tinggalnya di Washington, dan akan berangkat pulang pada hari Jumat dan bukannya pada hari Sabtu sesuai yang ditetapkan sebelumnya.

2.Amerika memberlakukan pembatasan visa pada beberapa pejabat China yang diyakini bertanggungjawab atau terlibat dalam penahanan dan penyalagunaan kekuasaan terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang

Amerika menyampaikan bahwa China harus segera mengakhiri kampanye penindasannya yang terjadi di Xinjiang, membebaskan semua yang ditahan secara sewenang wenang, dan menghentikan segala upaya untuk memaksa kelompok minoritas muslim di China yang tinggal diluar Negeri untuk kembali ke China untuk menghadapi nasib yang tidak pasti, hal ini disampaikan oleh Mike Pompeo dalam sebuah pernyataannya pada hari Selasa kemarin. Pernyataan ini juga dibalas oleh China bahwa China meminta Amerika untuk segera berhenti untuk membuat pernyataan yang tidak bertanggungjawab tentang masalah Xinjiang, dan segera menghentikan campur tangan mengenai urusan dalam negeri China. Dan tidak hanya itu saja, China juga meminta untuk menghapus Perusahaan China yang telah masuk ke dalam daftar hitam. Atas dasar situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, Dow Jones dan seluruh pasar Amerika memerah, karena tensi ini meningkat ditengah tengah pertemuan antara China dan Amerika yang akan berlangsung sebentar lagi. Adanya tensi ini justru semakin melemahkan harapan bahwa China dan Amerika akan berdamai dan melakukan kesepakatan. Dan tidak hanya itu saja, China tampaknya sudah tidak ada keinginan lebih besar lagi untuk bisa mendapatkan sebuah kesepakatan Bersama dengan Amerika.

3.White House mulai membahas mengenai pembatasan Investasi Dana Pensiun Amerika untuk berinvestasi di Saham Saham China yang listing di Amerika

Meskipun sebelumnya kabar ini pernah dibantah oleh Peter Navarro yang menyebutkan bahwa berita ini palsu, namun kabar terakhir yang muncul adalah bahwa White House sedang membahas pembatasan investasi tersebut. Tidak hanya White House yang berdiskusi, tetap Direktur Dewan Ekonomi nasional Larry Kudlow juga ikut dalam diskusi tersebut. Hal ini seakan akan tidak pernah cukup, bahkan ketika pertemuan Amerika dan China sangat dinantikan pekan ini. Padahal kesepakatan sekecil apapun sangat bermakna. Hal ini sama saja, dengan keinginan untuk berdamai tapi sudah saling menusuk satu sama lain dibelakang. Sehingga kami melihat hal ini hanya akan menambah permasalahan yang sudah ada sebelumnya, bahkan mungkin menjadi lebih parah.

“Kami merekomendasikan wait and see hari ini,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (09/10/2019).