ANALIS MARKET (21/10/2019) : Optimisme Dari Sentiment Global Masih Menyokong Pergerakan Pasar Obligasi Pekan Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi masih berusaha untuk mempertahankan peluang untuk mengalami kenaikkan. Meskipun ruang penguatan sudah mulai terbatas.

Adanya potensi Jokowi Effect membuat pasar yakin bahwa pasar obligasi masih berusaha untuk menembus level kenaikkan harga meskipun ruang penguatan terbatas.

Optimisme dari sentiment global juga masih menyokong pergerakan pasar obligasi pekan ini, ditambah dengan adanya pertemuan Rapat Dewan Guberbur Bank Indonesia yang dilakukan pekan ini akan membuat sentiment optimism menguat. Sedemikian kuatnya sentiment positif, diharapkan akan menjaga laju kenaikkan pasar obligasi.

Adapun sentiment yang menjadi sorotan pelaku pasar diawal pekan ini akan dimulai dari;

1.Jokowi Effect. Sebuah cerita atau rekayasa?

2 Minggu berturut turut sebelum hari ini, IHSG dibuat turun meskipun minim sentiment. Namun 1 minggu setelah penurunan tersebut, pasar mengalami kenaikkan, dan bertahan selama 1 minggu yang lalu. Pertanyaannya adalah, penurunan yang terjadi selama 2 minggu lalu apakah sengaja untuk memberikan ruang bagi Jokowi Effect beraksi? Ataukah memang terjadi alami seperti mekanisme pasar yang terjadi? Ditengah tengah pelantikan Presiden Jokowi mengatakan bahwa akan terfokus kepada 5 visi yang penting dalam pidatonya. Yang menarik bagi kami adalah bahwa, Jokowi menekankan bukan lagi berfokus kepada proses, melainkan kepada hasil. Tentu hal ini merupakan moment yang sangat luar biasa buat kami, bahwa Pak Jokowi telah menetapkan bahwa hasil merupakan tujuan yang harus dicapai. Hasil memberikan gambaran visi yang lebih jelas terkait dengan program Jokowi. Apabila hasil atau tujuan yang ingin dicapai telah terbentuk, maka proses akan terbentuk dan menyesuaikan dengan hasil yang diinginkan. Inilah mengapa kami melihat bahwa pidato yang disampaikan Jokowi kemarin merupakan salah satu tolok ukur bahwa Pak Jokowi telah mendapatkan sesuatu gambaran yang lebih jelas terkait dengan visinya. Adapun pidato yang disampaikan Jokowi sebagai berikut; 1. Jokowi akan focus untuk melakukan pembangunan Sumber Daya Manusia, baik secara pendidikan maupun kesehatan. 2 Jokowi akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk mengakselerasi nilai tambah perekonomian. 3. Penyederhanaan regulasi. Dua undang undang besar akan diiterbitkan yaitu untuk mendukung lapangan pekerjaan dan pembangunan UMKM. 4. Penyederhaan birokrasi. Yang dimana investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. 5. Transformasi ekonomi. Jokowi akan memulai melakukan tranformasi ekonomi dari ketergantungan Sumber Daya Alam menjadi daya saing manufacture dan jasa modern yang memiliki nilai tambah terhadap kemakmuran bangsa. Setelah pidato usai, bagaimana dengan respon pasar esok hari? Akankah Jokowi effect beraksi?

2.Amerika dan China akan bersatu menyelesaikan permasalahan dan akan menghentikan perang dagang Dalam pidatonya Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan bahwa akan bekerja sama dengan Amerika untuk mengatasi permasalahan inti dari kedua belah pihak dengan dasar kesetaraan dan saling menghormati, dan tentu saja akan menghentikan perang dagang yang dimana akan memberikan impact yang lebih baik bagi kedua belah pihak dan dunia. Kedua belah pihak telah membuat kemajuan besar di banyak bidang, meletakkan fondasi penting untuk penandatanganan perjanjian bertahap. Liu He juga menyampaikan bahwa menghentikan perang dagang akan menguntungkan China, Amerika, dan seluruh Dunia. Pertumbuhan China yang saat ini berada di 6% merupakan terendah dalam 3 dasawarsa karena perang perdagangan yang terus merusak produksi Pabrik dan sentiment investasi. Liu He mengatakan bahwa China akan meningkatkan investasi dalam teknologi untuk mempercepat restrukturisasi ekonomi agar prospek ekonomi membaik. Kami tidak khawatir tentang volatilitas ekonomi jangka pendek. Kami memiliki keyakinan pada kemampuan diri kami bahwa kami mampu untuk memenuhi target ekonomi makro tahun ini. Pertumbuhan dalam kerjasama antara China dan Amerika, akan membuat ekonomi dan perdagangan menjadi semakin lebih baik dan menciptakan kemakmuran di seluruh dunia. China dan Amerika dapat bertemu di tengah jalan, berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati, serta mengatasi masing masing permasalahan yang ada, serta berusaha untuk menciptakan lingkungan yang baik dan mencapai tujuan bersama bagi kedua belah pihak. IMF mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan sementara dapat mengurangi kerugian akibat tarif yang dikenakan kedua Negara tersebut.

3.Bank Indonesia memiliki ruang untuk memangkas tingkat suku bunga tahun depan, pepesan kosongkah?

Bank Indonesia mengatakan bahwa Bank Sentral memiliki ruang untuk memangkas tingkat suku bunga lebih lanjut pada pekan ini. Ekonomi Indonesia telah menjadi lebih baik dalam menghadapi perlambatan ekonomi global, tetapi pembuat kebijakan semakin khawatir tentang resiko pertumbuhan. Kekhawatiran mengenai pertumbuhan tersebut diperkuat dengan adanya peringatan dari IMF yang dimana mereka menyampaikan bahwa ekonomi dunia akan terus melambat dan lagi lagi IMF memangkas proyeksi Indonesia. Sebagai pengingat, IMF kembali memangkas perekonomian global dari sebelumnya 3.2% menjadi 3%, khusus Indonesia turun dari sebelumnya 5.2% menjadi 5%, meskipun sebagian dari kita masih meyakini bahwa Indonesia masih bisa tumbuh 5.1% tahun ini. Memburuknya prospek ekonomi membuat ruang pemangkasan tingkat suku bunga kembali terbuka. Bank Indonesia mengatakan bahwa mereka siap untuk melakukan pemangkasan kembali selama resiko tersebut berasal dari global, karena resiko yang muncul dari dalam Negeri tidak akan menghancurkan target kami. Bank Sentral Indonesia menargetkan inflasi 2.5% - 4.5% tahun ini dan 2% - 4% untuk tahun 2020. Bahkan dengan kebijakan yang akomodatif saja hingga saat ini, penurunan tingkat suku bunga ke 4x nya tahun ini masih terbuka lebar, sehingga kami melihat bahwa masih ada kemungkinan pemangkasan dilakukan dengan catatan apabila sentiment global mendukung, dan didukung oleh ketahanan ekonomi dalam Negeri.

“Kami merekomendasikan beli hari ini hari ini dengan volume terbatas, tetap cermati sentimen yang terjadi saat ini,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (21/10/2019).