ANALIS MARKET (04/6/2018) : IHSG Diproyeksi Bergerak Mixed Hari Ini Karena Potensi Rebound

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan positif pagi ini, dengan Nikkei naik 1%, AORD naik 0.6%, dan Kospi naik 0.2%.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu (01/6), Dow Jones naik 0.9% ditutup pada level 24,635 didukung data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan. Tingkat pengangguran Amerika turun ke level 3.8%, level terendah sejak tahun 2000.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) turun hari Kamis (31/5) lalu, seiring aksi profit taking investor setelah mengalami teknikal rebound dan menjelang libur akhir pekan.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed hari ini karena potensi rebound dibatasi sentimen perang dagang serta kekuatiran kenaikan tingkat bunga global menjelang rapat FOMC bulan Juni,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Senin (04/6/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa sentiment dan aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

S&P Menegaskan kembali peringkat utang Indonesia 
Pada 31 Mei lalu S&P Global Ratings menegaskan kembali peringkat utang jangka panjang Indonesia pada level BBB- dan peringkat utang jangka pendek pada level A-3. Outlook untuk peringkat utang jangka panjang adalah stable, mencerminkan fundamental ekonomi yang baik didukung bauran kebijakan ekonomi domestic yang kredibel sehingga variable ekonomi saat ini diperkirakan masih dapat dipertahankan dalam 1-2 tahun kedepan.

S&P berharap kenaikan harga komoditas serta pembangunan infrastruktur dapat menopang pertumbuhan ekonomi dalam 3-4 tahun kedepan. S&P juga memperkirakan rasio defisit neraca perdagangan terhadap GDP masih akan terjaga di bawah level 2.5%, dengan juga memperhatikan kebijakan subsidi saat ini, serta rasio utang Pemerintah terhadap GDP masih akan terjaga di bawah level 30%. 

ANTM - Operasional pabrik CGA 
PT Aneka Tambang (ANTM) mengoperasikan kembali pabrik chemical grade alumina (CGA) di Tayan (Kalimantan Barat) pada 1 September 2018. ANTM berharap pabrik CGA Tayan yang mengolah bauksit menjadi alumina dapat berproduksi kembali mulai November 2018. Sebelumnya, pabrik CGA Tayan berhenti berproduksi selama setahun dikarenakan negosiasi dengan mitra. ANTM telah menandatangani conditional share purchase agreement (CSPA) pembelian 20% saham Showa Denko K.K (SDK) Jepang di PT Indonesia Chemical Alumia yang merupakan perusahaan patungan antara ANTM ddan SDK untuk mengelola pabrik CGA Tayan pada 29 Mei 2018. Perseroan menargetkan transaksi pembelian 20% saham dapat terealisasi pada Agustus 2018 sehingga ANTM akan memiliki s100% saham Indonesia Chemical. 

INDF- Rencana ekspansi 
PT Indofood Sukses Makmur (INDF) mengalokasikan investasi senilai Rp 9.1 Triliun guna membiyai penambahan kapasitas produksi empat lini usahanya. Perseroan juga akan agresif menaikan volume ekspor. Keempat lini yang akan dikembangkan perseroan adalah, PT Indofood CB Sukses Makmur (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Bogasari, divisi agribisnis, dan distribusi. Perseroan juga akan menambah 100% kapasitas pabrik kemasan melalui anak usahanya, PT Cipta Kemas Abadi (CKA), Pabrik bumbu di Palembang. Pengambangan pabrik refinery CPO milik PT Salim Ivomas Pratama, dan pabrik dairy kapasitas 1,000 hingga 1,500 ton. Pendanaan investasi akan berasal dari kas internal dan pinjaman bank. 

NAGA - Rencana akuisisi oleh IBK 
RUPSLB PT Bank Mitraniaga (NAGA) menyetujui rencana penjualan 71.68% saham kepada Industrial Bank of Korea (IBK). Rapat juga menyetujui rancangan akuisisi yang akan dilakukan IBK. NAGA akan mulai memasukkan persyaratan dokumen ke OJK untuk melanjutkan proses uji kelayakan dan kepatutan bagi IBK selaku calon pemegang saham pengendali NAGA. 

PSSI - Kinerja 1Q 2018 
PT Pelita Samudera Shipping (PSSI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 347% menjadi US$ 2.6 Juta dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi bersih US$ 1.06 Juta. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha perseroan bertumbuh sebesar 60% dari US$ 10.1 Juta pada 1Q 2017 menjadi US$ 16.2 Juta pada 1Q 2018. Kenaikan kinerja perseroan ini ditopang oleh utilitas kapal perseroan diatas 90% sepanjang 1Q 2018.