ANALIS MARKET (08/6/2018) : IHSG Diproyeksi Bergerak Cenderung Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan sedikit turun pagi ini, dibayangi aksi profit taking.

Sebelumnya, Dow Jones naik 0.4% ditutup pada level 25,241.4 semalam (07/6), didukung saham McDonald's.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup diatas garis exponential moving average (EMA) 200 hari dalam periode konsolidasi.

“Namun demikian, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung menurun hari ini memasuki libur Lebaran, dimana pasar global menanti hasil rapat FOMC dan ECB pekan depan,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (08/6/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

IPO - PT Batavia Prosperindo Trans 
PT Batavia Prosperindo Trans, perusahaan yang bergerak di bisnis penyewaan kendaraan dengan nama Batavia Rent ini akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan menjual maksimum 492.86 Juta lembar saham (30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh). Harga penawaran IPO berkisar Rp 100-Rp 150 per saham sehingga perseroan akan meraih dana Rp 49.28 Miliar hingga Rp 73.93 Miliar. Sekitar 50% dana dari IPO akan digunakan untuk penyelesaian angsuran utang sewa pembiayaan armada kendaraan bermotor dari pihak ketiga dan pihak afiliasi periode Agustus hingga Desember 2018 dan sisanya 50% akan digunakan untuk pembayaran uang muka dan angsuran atas pembelian armada kendaraan motor baru.

Saat ini perusahaan memiliki 1,930 unit kendaraan dan berencana menambah jumlah armada menjadi 2,500 unit pada akhir 2018 termasuk penggantian kendaraan lama. Perseroan menunjuk PT Panin Sekuritas (PANS) sebagai penjamin emisi efek dan menargetkan listing di BEI pada tanggal 9 Juli 2018. 

BUMI - Produksi batubara 
PT Bumi Resources (BUMI) menargetkan produksi batubara tahun ini mencapai 86 juta ton. Hingga saat ini, realisasi produksi sekitar 43 juta ton atau sekitar 50% dari target tahun ini. BUMI juga akan meningkatkan produksi batubara berkalori tinggi dengan target 5 juta ton hingga akhir tahun. Hingga saat ini realisasi sekitar 2 juta ton atau setara 40% dari target tahun ini. Manajemen BUMI mengungkapkan produksi BUMI dapat emncapai 90 juta ton pada akhir tahun. Kenaikan harga batubara menjadi alasan perseroan untuk meningkatkan produksi. Hingga tiga tahun mendatang, BUMI akan fokus membayar sejumlah utang kepada kreditur senilai US$ 1.3 Miliar- US$ 1.4 Miliar. 

PALM - Rencana buyback saham 
PT Provident Agro (PALM) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham sebesar 153 juta lembar (2.15% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh). Rencana buyback tersebut akan dibiayai kas perseroan senilai Rp 51.77 Miliar. Proses buyback saham akan dilakukan dalam periode waktu selama 12 bulan terhitung 5 Juni 2018 hingga 4 Juni 2019. Sementara, pada bisnis utama persroan masih melakukan penanaman kembali tanaman kelapa sawit hingga 500 Ha di kebun Sumatera Barat per 1Q 2018 dan hingga akhir 2018, perseroan akan menambah kembali tanaman baru hingga 500 Ha di Sumatera Barat. PALM menganggarkan belanja modal senilai Rp 80 Miliar untuk kebutuhan tersebut. 

SSIA - Pengembangan kawasan industri di Subang 
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) menganggarkan dana Rp 2 Triliun untuk pengembangan kawasan industri tahap I seluas 400 Ha di Subang (Jawa Barat). Pembangunan kota dengan konsep smart and sustainable city untuk dilaksanakan pada 2H 2019. Hingga saat ini, SSIA telah memiliki cadangan lahan sebesar 980 Ha di wilayan Subang dan menargetkan dapat merealisasikan akuisisi lahan sekitar 200 Ha sehingga total cadangan lahan dapat lebih dari 1,00 Ha. Selain kawasan industri, SSIA berencana mendirikan kawasan residensial, fasilitas seperti sekolah dan rumah sakit di kota industri tersebut.