ANALIS MARKET (16/5/2018) : IHSG Diproyeksi Kembali Turun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Dow Jones turun 0.8% pada level 24,706 semalam (15/5), seiring kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika yang berada pada level 3.06% pagi ini.

Sentimen kenaikan tingkat bunga tersebut membayangi pergerakan bursa regional pagi ini yang bergerak cenderung menurun.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) turun menguji level terendah sebelumnya pada 5,774, kemarin (15/5).

“Menyikapi kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG turun hari ini dipicu sentimen kenaikan bunga global serta penurunan EIDO sebesar 3.8% pada level 24.21 yang berpotensi menekan IHSG pada sesi pembukaan,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Rabu (16/5/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

ADHI - Rencana pembangunan kereta layang 
PT Adhi Karya (ADHI) mengusulkan pengerjaan proyek kereta laying (loop line) sepanjang 26 Km kepada Kementrian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perseroan akan mengerjakan proyek tersebut secara konsorsium bersama PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) dengan estimasi nilai proyek sebesar Rp 12 Triliun hingga Rp 15 Triliun. Perseroan berencana akan membangun jalur loop line diatas jalur kereta yang sudah ada, antara lain melewati Stasiun Jatinegara, Manggarai, Tanah Abang, dan Duri. 

BBTN - Dirikan dua anak usaha 
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) mengungkapkan sedang mencari mitra strategis untuk pembentukan anak usaha di bidang asuransi jiwa dan manajer investasi setelah rencana akuisisi anak usaha PT Danareksa, Danareksa Finance dan Danareksa Investment Manangement belum ada kemajuan. Manajemen BBTN mengungkapkan dari kedua anak usaha itu, yang akan segera terbentuk adalah manajer investasi untuk mendukung program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang diberlakukan pemerintah pada tahun ini. Sedangkan untuk proses akuisisi perusahaan asuransi jiwa masih dalam proses pembenahan perusahaan asuransi oleh Kementerian BUMN. Dalam proses membentuk anak usaha, BBTN menganggarkan dana senilai Rp 700 Miliar untuk pertumbuhan anorganik pada tahun ini. 

ROTI- Rencana ekspansi 
PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI) mengalokasikan dana belanja modal tahun ini sebesar Rp 600 Miliar. Sekitar Rp 500 Miliar dana belanja modal akan digunakan untuk pembangunan pabrik di Gresik dan Lampung. Sedangkan sisanya akan dialokasikan untuk kebutuhan pemeliharaan 11 pabrik perseroan. Pada awal Mei ini perseroan akan mengoperasikan pabrik baru yang berada di Filipina dan diharapkan dapat berkontribusi pada pendapatan perseroan tahun ini. Dana belanja modal akan berasal dari dana internal yang diperoleh dari penawaran terbatas I (PUT I).