IHSG|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto: istimewa
Pasardana.id Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika yang naik diatas level 3.1% membayangi pergerakan bursa regional pagi hari ini, kendati diperdagangkan sedikit positif.
Sebelumnya, Dow Jones turun 0.2% pada level 24,714 semalam (17/5), seiring pernyataan Presiden Trump yang meragukan perundingan dagang Amerika-China.
Adapun kenaikan BI7DRR diharapkan dapat menopang kurs Rupiah, namun candlestick IHSG membentuk pola dark cloud yang mengindikasikan masih adanya tekanan jual.
Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed hari ini karena potensi rebound masih dibayangi berlanjutnya capital outflow di sesi pembukaan, sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (18/5/2018).
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
**KIJA - Marketing sales
**PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) masiih optimis dapat membukukan
marketing sales Rp 2.25 Triliun pada 2018. Untuk mendukung target tersebut,
perseroan menganggarkan belanja modal senilai Rp 400 Miliar. Perseroan
menargetkan kontribusi marketing sales Rp 1.5 Triliun dari bisnis di Kawasan
Cikarang, Kawasan Kendal diprediksi dapat menyumbang Rp 500 Miliar, dan
kawasan lainnya masing-masing akan menyumbang Rp 250 Miliar.
KLBF - Ekspansi ke Myanmar
PT Kalbe Farma (KLBF) menambah anak usaha di Myanmar yang akan memproduksi
obat bebas sejalan dengan ekspansi pasar ke luar negeri. KLBF telah melakukan
pembelian tanah dan meraih izin penanaman modal asing. Manajemen KLBF
mengungkapkan investasi yang disiapkan untuk pabrik sekitar US$ 15 Juta hingga
US$ 18 Juta. Dana tersebut masuk ke dalam alokasi belanja modal perseroan
tahun ini senilai Rp 1.5 Triliun. KLBF memperkirakan pembangunan pabrik yang
sepenuhnya didanai oleh kas internal akan berlangsung dalam 1-2 tahun. Selain
Myanmar, KLBF menargetkan pembukaan pabrik baru di Vietnam dan masih mencari
mitra pengusaha lokal di negara tersebut.
PTBA - Batubara kalori tinggi
PT Bukit Asam (PTBA) akan memulai produksi batubara berkalori tinggi di Muara
Enim (Sumatra Selatan) pada bulan ini namun volume produksi belum signifikan.
PTBA masih menargetkan produksi 2 juta ton batubara berkalori tinggi pada
tahun ini. Untuk mencapai target produksi 2 juta ton, mulai Juni 2018 PTBA
dapat menghasilkan batubara berkalori tinggi sekitar 300,000 ton per bulan
dengan spesifikasi kalori 6,400-7,200 Kcal/kg dan akan dijual ke Jepang dan
Taiwan. Manajemen PTBA mengungkapkan Batubara berkalori tinggi akan
mengompensasi penurunan pendapatan akibat kebijakan DMO. Pada tahun ini, PTBA
menargetkan penjualan batubara sejumlah 25.88 juta ton dengan komposisi 13.74
juta ton untuk pasar domestik dan 12.15 juta ton untuk pasar ekspor.
SMCB - Ekspansi bisnis di Palembang
PT Holcim Indonesia (SMCB) mempertimbangkan kehadiran terminal semen baru di
Palembang yang mampu memperluas jaringan pemasaran semen. Untuk itu, SMCB
menganggarkan dana belanja modal senilai Rp 200 Miliar. Anggaran pembangunan
gudang di Palembang sekitar Rp 100 Miliar dan sisanya untuk keperluan lain
seperti meningkatkan utilitas pemanfaatan limbah. Sejalan dengan ekspansi
bisnis di Palembang, SMCB menargetkan peningkatan volume penjualan produk
sebesar 6%Yoy. Agar target tercapai, SMCB akan memacu penjualan dalam segmen
ritel maupun B2B.
**WIKA - Kontraktor pembangunan Terminal Kijing
**PT Wijaya Karya (WIKA) meraih kontrak baru senilai Rp 2.49 Triliun dari PT
Pelabuhan Indonesia II sebagai kontraktor pembangunan Terminal Kijing
Pelabuhan Pontianak (Kalimantan Barat). WIKA akan menggarap pembangunan
Terminal Kijing dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area,
jembatan penghubung, container yard serta fasilitas lainnya. Pembangunan akan
berlangsung selama 18 bulan dan diharapkan beroperasi pada tahun 2019.