ANALIS MARKET (06/4/2018) : IHSG Bergerak Cenderung Negatif Akhir Pekan Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, bursa regional diperdagangkan mixed dengan kecenderungan negatif pagi ini, dipicu pernyataan Presiden Amerika yang memerintahkan Departemen Perdagangan untuk mempertimbangkan tambahan tarif senilai US$ 100 Miliar atas produk impor dari China.  

Sebelumnya, Dow Jones naik 1% pada level 24,505 semalam (05/4), seiring kenaikan saham sektor teknologi.  

Sementara itu, secara teknikal analis, Candlestick indeks harga saham gabungan (IHSG) membentuk pola bearish harami kemarin, sehingga berpotensi mengalami koreksi.  

“Penurunan EIDO sebesar 1.5% berpotensi menekan IHSG hari ini dimana kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung negatif akhir pekan ini,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (06/4/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi dari para emiten yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

JPFA - Belanja modal 
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mengalokasikan belanja modal Rp 2.5 Triliun tahun ini. Nilai belanja modal meningkat 63% dibandingkan alokasi belanja modal tahun lalu senilai Rp 1.53 Triliun. Sekitar Rp 1 Triliun dari belanja modal untuk melakukan modernisasi kandang di lini bisnis pembibitan ayam agar tetap kompetitif dalam mempertahankan pangsa pasar. Sementara Rp 700 Miliar untuk pengadaan corn dryer di bisnis pakan ternak serta Rp 500 Miliar untuk ekspansi pabrik pakan di kawasan industri Medan (Sumatra Utara). Sumber pendanaan belanja modal sepenuhnya berasal dari kas internal. 

MMLP - Dua kontrak baru 
PT Mega Manunggal Property (MMLP) menandatangani kontrak dengan dua tenant terkait pembangunan dan penyewaan gudang modern. Total area sewa mencapai 100,000 m² dengan kontrak bertenor 10 tahun sejak gudang beroperasi. MMLP segera melakukan groundbreaking atas gudang yang berlokasi di Depok dan Cikarang. Satu klien adalah perusahaan logistik dan satu klien adalah perusahaan e-commerce. Saat ini, MMLP memiliki delapan pergudangan dengan total area sewa seluas 300,000 m². Tahun ini, MMLP mengalokasikan belanja modal senilai Rp 1 Triliun dengan kombinasi ekuistas berkisar 30%-40% dan pinjaman perbankan berkisar 60%-70%. 

PPRE - Rencana akuisisi dua perusahaan 
PT PP Presisi (PPRE) akan mengakuisisi dua perusahaan yang masing-masing bergerak dalam bisnis erector dan pondasi. Target realisasi akuisisi tersebut dalam satu bulan atau dua bulan mendatang. Saat ini, rencana akuisisi PPRE sampai tahap due diligence atau uji tuntas. Anggaran akuisisi telah masuk dalam dana belanja modal tahun ini senilai Rp 1.6 Triliun.

Perusahaan pondasi yang diincar memiliki kemampuan menggarap enam hingga tujuh proyek sekaligus dan perusahaan erector dapat mengerjakan empat hingga lima proyek. PPRE berharap dengan akuisisi tersebut kapasitas kedua perusahaan tersebut dapat meningkat dua kali lipat. Tujuan akuissi perusahaan erector adalah untuk memperkuat posisi PPRE dalam sektor konstruksi pembangkit listrik. 

TELE - Terbitkan surat utang 
PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk menerbitkan surat utang senilai Rp 2 Triliun. Dana hasil emisi surat tersebut akan digunakan untuk membiyai ekspansi perusahaan. Dengan perkembangan teknologi sekarang, perseroan akan fokus untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk pengembangan usaha dimasa mendatang. Selain itu, perseroan juga berencana menggandeng 100,000 UMKM di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam layanan teknologi dengan tujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti paket data, pulsa, dan token listrik. 

TPIA - Proyek gasifikasi batubara 
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) menargetkan gasifikasi batubara dan gas alam memberi kontribusi sebanyak 1.5 juta ton produk petrokimia TPIA pada 2030. Saat ini TPIA memiliki kapasitas produksi 4.1 juta ton dengan mengolah nafta yang berasal dari minyak bumi. TPIA juga telah memulai pembangunan pabrik kedua dengan kapasitas produksi 2 juta ton per tahun. Gasifikasi batubara merupakan upaya TPIA untuk memperluas sumber bahan baku yang diharapkan dapat menopang produksi hingga mencapai 8 juta ton per tahun.