JK : Ikut Tax Amnesty atau Jadi Musuh Bersama Dunia?

foto : istimewa

Pasardana.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, para pengemplang pajak akan menjadi musuh bersama dunia dua tahun mendatang (2018).

Sebab, pada 2018, Pemerintah akan memberlakukan Automatic Exchange of Information (AEoI), di mana semua rekening dana perbankan akan terbuka.

"Ini yang menjadi landasan bagi Pemerintah dalam melaksanakan program tax amnesty. Kenapa itu dilakukan sekarang? Karena apabila dilakukan dua tahun lagi, maka yang melanggar itu jadi musuh bersama dunia," jelas Kalla, dalam acara sosialisasi tax amnesty yang dihadiri oleh kalangan pengusaha di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Dijelaskan, saat AEoI berlaku, masing-masing negara akan bertukar informasi soal dana warga negara lain. Maka dari itu, dengan mudah para pengemplang pajak akan diketahui.

"2018 kalau sudah berlaku sistem informasi terbuka di bidang pajak, maka siapa pun yang melakukan pelanggaran, jadi musuh bersama dunia. Misalnya di Swiss ada dana orang Indonesia belum dilaporkan, itu nanti bisa langsung dilaporkan," paparnya.

Oleh sebab itu, lanjut Kalla, masyarakat diharapkan mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty yang digelar Pemerintah sampai dengan 31 Maret 2017 mendatang.

"Bahwa pilihan untuk sekarang adalah mengikuti tax amnesty atau menjadi musuh semua negara. Artinya, siapa yang tidak mau dapat kemurahan dari negara ya ada balasannya juga. Pilih mana? 2018 akan menjadi musuh bersama?" tandas Kalla.