Dana Repatriasi Hasil UU Tax Amnesty Untuk Pembangunan Bangsa

foto : istimewa

Pasardana.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dana repatriasi yang masuk sebagai akibat dari kebijakan UU pengampunan pajak (tax amnesty), akan digunakan sebagai modal pembangunan nasional.

"Supaya semuanya terang menerang dan gamblang, bahwa ini hanya untuk satu, untuk pembangunan bangsa dan negara. Tidak ada yang lain!" kata Jokowi di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (1/7/2016).

Dijelaskan, repatriasi dana dari tax amnesty setidaknya bisa menjadi modal bagi pemerintah untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur selama lima tahun ke depan, yang setidaknya membutuhkan dana Rp4.900 triliun.

Saat ini, lanjut Jokowi, pemerintah melalui APBN hanya bisa menggunakan Rp1.500 triliun, dan sisanya dari investasi dan dunia usaha.

Ditambahkan, pemerintah juga telah menginstruksikan kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyiapkan instrumen investasi sebagai fasilitas dana-dana repatriasi tersebut.

Instrumen yang disediakan antara lain; SBN, infrastruktur bond, reksadana, penyertaan terbatas dan lainnya, yang juga bisa disediakan oleh BUMN.

"Jadi mau masuk ke mana pun sudah disiapkan instrumennya," tandas dia.