Redenominasi Rupiah Dinilai Belum Mendesak

foto : istimewa

Pasardana.id - Wacana redenominasi Rupiah dinilai belum mendesak dilakukan saat ini. Namun, jikapun redenominasi dilakukan, tidak akan mempengaruhi ekonomi secara fundamental.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE), Akhmad Susamto di Jakarta, kemarin.

"Hanya secara psikologis memang akan mempermudah, tapi sebenarnya (redenominasi) tidak merubah apapun," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, pelaksanaan redenominasi rupiah memerlukan waktu transisi panjang, tidak bisa serta merta dilakukan begitu rancangan undang-undang yang mengaturnya selesai dibahas dan disahkan.

"Masih memerlukan waktu yang panjang kalau nantinya sudah diputuskan," kata Presiden, usai meresmikan pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait redenominasi rupiah masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR tahun 2017. 

Adapun Bank Indonesia berharap, DPR segera membahas RUU itu. Menurut Bank Indonesia, tahun depan situasi ekonomi sudah kondusif dan memungkinkan untuk memulai pembahasan payung hukum redenominasi rupiah.