Pemerintah Diminta Fokus Pada Ekonomi Domestik

foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah mesti fokus pada ekonomi domestik tanpa bergantung terhadap ekspor yang diprediksikan tidak memiliki peluang untuk terjadi peningkatan.

Pemerintah juga harus menjaga kinerja ekonomi hingga akhir tahun 2016 disamping juga memperbaiki dan membuat terobosan kebijakan.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Hendri Saparini, belum lama ini di Jakarta.

"Yang harus dilakukan pemerintah ialah mempercepat konsumsi masyarakat dengan menyebarkan uang lewat berbagai pengeluaran-pengeluaranuntuk mendorong penciptaan lapangan kerja agar bisa menggerakkan dan meningkatkan konsumsi," jelas dia.

Ditambahkan, pemerintah juga harus menyelamatkan kinerja dan target ekonomi tahun 2016 dengan memperbaiki dan memaksimalkan instrumen yang dimiliki kebijakan fiskal, kebijakan sektor riil dan moneter.

"Mendorong dan menjaga target pembangunan ekonomi hanya lewat optimalisasi anggaran pemerintah (belanja APBN dan APBD) tidak mencukupi. Diiperlukan terobosan kebijakan untuk menggerakkan BUMN dan pelaku usaha swasta," ujar Hendri.

Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan bahwa, pemerintah juga harus mengoptimalkan pelaksanaan program pengampunan pajak (tax amnesty). Selain mendapatkan keuntungan dari deklarasi dan dana repatriasi, kebijakan pengampunan pajak juga harus meningkatkan kepatuhan wajib pajak di tahun-tahun setelahnya.

"Tax amnesty tidak hanya untuk menutup defisit APBN, tapi tax rasio lebih bagus. Ada kepatuhan pajak yang lebih baik setelah ini," jelas Hendri.

Adapun Core Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2016 sekitar 4,9 persen hingga 5 persen. Angka tersebut lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2 persen yang tercantum dalam APBN Perubahan 2016.

Sementara inflasi diproyeksikan berada pada level tiga persen hingga 3,2 persen, sedangkan kurs rupiah diperkirakan berada pada rentang Rp12.950 hingga Rp13.150 per dolar AS.