Implementasi Layanan Keuangan Digital Tidak Hanya Butuh Infrastruktur

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Layanan keuangan digital (LKD) tidak hanya membutuhkan infrastruktur saja. Namun, sejumlah hal lain juga dibutuhkan untuk menunjangnya.

"Beberapa faktor penentu dalam layanan keuangan digital antara lain, infrastruktur fisik dan digital, pengelolaan jaringan agen, perlindungan nasabah, produk dan pengunaan, dan regulasi yang mendukung," kata Grace Retnowati, Country Manager Indonesia MicroSave di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, bentuk aturan yang dimaksud seperti penyedia jasa layanan keuangan digital. Kemudian, jaminan keamanan dan perlindungan nasabah, know your customer (KYC), dan manajemen risiko.

Adapun Bank Indonesia (BI) telah mengizinkan LKD diimplementasikan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU IV) sejak Mei 2013. Ini diujicobakan selama enam bulan mulai November 2013 dengan perolehan 2,833 rekening dan 8.978 transaksi.

Kemudian, LKD bisa diterapkan Bank BUKU III dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sampai Juli 2016 sebanyak 1,23 juta rekening diraih LKD.

Grace meneruskan, LKD dinilai menunjang pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB) di negara-negara berkembang sebesar US$3,7 triliun pada 2015. Angka ini lebih tinggi 6% ketimbang layanan keuangan konvensional.

"Meningkatnya PDB di negara berkembang mampu menciptakan lebih dari 95 juta lapangan pekerjaan di seluruh sektor," ujarnya.

Pada sisi lain, LKD diprediksi tumbuh di negara-negara berkembang sebesar 1,6 miliar lebih orang. Dari angka itu, setengah orang berjenis kelamin perempuan.

Sementara itu, penerapan LKD dengan perangkat bergerak dinilai menghemat biaya 80%-90%. Dengan langkah ini, bisa mengenakan jasa kepada konsumen lebih kompetitif.