ANALIS MARKET (07/9/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (04/9), IHSG ditutup melemah 31,42 poin (-0,47%) ke 6.636,48.
Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi oleh aksi profit taking pelaku pasar pasca menguat cukup signifkan pada hari sebelumnya.
Menariknya, jika dilihat sepekan terakhir, IHSG sudah menguat +1,82% dengan didukung net foreign buy sebesar Rp1,61 triliun.
Penguatan IHSG sepekan terakhir dipimpin oleh sektor Industrials (+6,53%), Energy (+4,51%), dan Technology (+4,04%).
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,51%), S&P 500 (-0,38%), & Nasdaq (-0,29%).
Pelemahan tersebut dipicu oleh data pasar tenaga kerja yang jauh lebih kuat dari ekspektasi, dengan pertumbuhan nonfarm payrolls sebesar 162 ribu pekerjaan, dibandingkan konsensus yang hanya sedikit di atas 50 ribu.
Data tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa kondisi ekonomi AS masih cukup kuat sehingga The Fed memiliki ruang untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, yang kemudian mendorong kenaikan kembali imbal hasil (yield) obligasi AS dan menekan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.
Tekanan terutama terlihat pada sektor teknologi dan saham berbasis pertumbuhan seperti Microsoft (-2%), Tesla (-5,9%), Palantir (-4,5%), JPMorgan (-0,9%), dan Visa (-1%).
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed sembari terus mencermati perkembangan kondisi ekonomi domestik seiring banyaknya bencana alam yang terjadi, mulai gunung meletus, gempa bumi, hingga kebakaran hutan yang mengganggu aktivitas ekonomi Nasional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (07/9).




