ANALIS MARKET (25/9/2026): IHSG Cenderung Bearish
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (24/9), IHSG ditutup melemah 76,31 poin (- 1,20%) ke level 6.298,61.
Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh meningkatnya tekanan eksternal, terutama kenaikan yield US Treasury tenor 10 tahun ke sekitar 5,11% yang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Sentimen pasar juga tertekan oleh kenaikan harga minyak Brent di atas US$100 per barel akibat eskalasi ketegangan AS–Iran, yang meningkatkan risiko inflasi global.
Dari domestik, pelemahan rupiah hingga sekitar Rp17.901/US$ turut meningkatkan tekanan terhadap pasar saham dan mendorong investor untuk lebih defensif.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (-0,31%), S&P 500 (-0,02%), & Nasdaq (+0,01%).
Pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak Brent menuju US$107 per barel akibat ketegangan AS–Iran, yang kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga The Fed.
Kenaikan yield US Treasury turut memberikan tekanan terhadap saham teknologi dan sektor growth.
Di sisi lain, saham berbasis AI bergerak mixed, dengan Oracle tertekan oleh kekhawatiran terkait proyek data center.
Namun, ekspektasi terhadap potensi tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz membantu meredam tekanan di pasar menjelang penutupan.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam tekanan dengan kecenderungan bearish, seiring investor mencermati perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak, yield US Treasury, serta nilai tukar rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (25/9).




